Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR pekan, Sabtu (25/10), cuaca ekstrem masih berlangsung di 31 daerah di Jawa Tengah, bahkan gelombang tinggi juga terjadi di perairan utara dan selatan sehingga diminta warga untuk waspada terhadap kondisi cuaca tersebut.
Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (25/10), banjir masih merendam sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Semarang, Grobogan, Demak, dan Pati sebagai akibat cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir. Banjir bahkan diperkirakan masih akan meningkat karena kondisi cuaca buruk tersebut masih berlangsung.
Tidak hanya di darat, cuaca buruk juga kembali terjadi di perairan, gelombang tinggi terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah dengan ketinggian 0,5-2,5 meter. Air laut pasang (rob) juga kembali terjadi di perairan utara dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 01.00-04.00 WIB.
Banjir di Jalan Kalugawe Raya yang merupakan akses jalur Pantura Semarang-Demak juga masih cukup tinggi, mencapai 30-70 centimeter, sehingga kemacetan arus lalulintas masih memanjang. Kemacetan juga terjadi di jalur alternatif yang juga ikut terendam banjir. "Perjalanan harus molor hingga 2 jam meskipun di jalur alternatif," ujar Hardi,35, seorang warga Demak.
Bahkan akibat banjir di jalur Pantura ini, demikian Dhori, warga Onggorawe, Kecamatan Sayung, Demak banyak truk tertahan hingga 24 jam dan untuk memenuhi kebutuhan makan sampai disuplai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Warung makanan juga banyak melayani sopir truk yang terjebak macet," imbuhnya.
Kondisi serupa juga terjadi di ruas Semarang-Blora, akibat banjir merendam di Godong, Kabupaten Grobogan, hingga membuat jalur terputus. Ratusan kendaraan terpaksa harus memutar lewat jalur alternatif, sehingga kepadatan lalulintas berlangsung sejak Kamis (23/10) di jalur tersebut masih berlangsung.
"Banjir di Grobogan ini merendam 18 desa di 4 kecamatan akibat hujan lebat, sungai meluap, dan tanggul jebol. Kita telah mulai distribusikan logistik untuk warga terdampak dan mulai evakuasi warga," ujar Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto.
Waspadai Banjir Meningkat
"Waspada banjir di Pantura Jawa Tengah semakin tinggi dan meluas karena tidak hanya akibat hujan lebat tetapi juga ditambah air laut pasang (rob) di perairan utara," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida, Sabtu (25/10).
Meskipun pagi cuaca pada umumnya berawan, lanjut Risca Maulida, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur di Jawa Tengah secara merata. Bahkan cuaca ekstrem juga masih berpotensi di 31 daerah di Jawa Tengah sehingga diminta warga siaga terhadap bencana hidrometeorologi.
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Risca Maulida, terjadi di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara dan Demak.
Menurut Risca Maulida selain itu cuaca ekstrem juga berlangsung di Ungaran, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa."Daerah lainnya hujan ringan-sedang hampur seharian seperti Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Semarang, Pekalongan dan Tegal," tambahnya. (AS/E-1)
Air laut pasang (rob) kembali datang pada malam hari sekitar pukul 21.00-24.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter di perairan utara Jawa Tengah.
Meski gelombang tinggi mereda, banjir rob masih menjadi ancaman utama di perairan utara.
Banjir rob juga berdampak pada terganggunya aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved