Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLO Raya dan Jawa Tengah bagian selatan berpotensi cuaca ekstrem Sabtu (24/5), sehingga diminta untuk waspada bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi mencapai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang (rob) di perairan utara juga masih berlangsung dapat berisiko terhadap kegiatan pelayaran.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 27 daerah terutama kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya dan Jawa Tengah bagian selatan pada akhir pekan Sabtu (24/5), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar warga mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Selain itu diminta untuk waspada gelombang tinggi di perairan selatan 2,5-4 meter karena berisiko terhadap kegiatan pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, kapal penumpang maupun barang, serta banjir rob di Pantura Jawa Tengah akibat air laut pasang di perairan utara dapat mengganggu aktivitas warga yakni transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
"Waspadai kondisi gelombang tinggi di perairan selatan berisiko terhadap kegiatan pelayaran dan air laut pasang puku 15.00-18.00 WIB dengan ketinggian 1 meter di perairan utara Jawa Tengah berdampak banjir rob di Pantura," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Doni Prastio Sabtu (24/5).
Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan di akhir pekan ini, pada pagi cuaca cerah dan berawan namun pada daerah selatan berpeluang hujan ringan-sedang, memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang merata di sebagian besar daerah di Jawa Tengah serta cuaca ektrem juga masih kembali berpotensi di 27 daerah di Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Arif, berpotensi terjadi di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Kudus, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Diminta warga berada di daerah tersebut untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem," kata Arif.
Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah, menurut Arif, seperti Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Semarang, Pekalongan dan Tegal diguyur hujan ringan-sedang. "Angin dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," tambahnya.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
PPIH Arab Saudi mengintensifkan edukasi dan distribusi APD bagi jemaah haji Indonesia di Madinah guna mengantisipasi cuaca panas ekstrem 35 derajat Celsius.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved