Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN bangsa silih berganti, begitu pula dengan pejabat daerah. Namun warga Kampung Cibuntu, Desa Ciharashas, Cianjur, Jawa Barat, tak kunjung merasakan denyut pembangunan.
Pasalnya, jalan utama yang menghubungkan antardesa di kampung itu seakan tidak tersentuh buah dari pembayaran pajak yang mereka bayarkan dari kendaraan dan kewajiban rakyat lainnya. Sisa aspal yang ada dari pengaspalan sekitar 2010 pun sudah tidak tersisa lagi.
Tak ayal, infrastruktur utama yang dilalui mereka setiap hari tak ubahnya sungai kering. Bahkan akses vital warga Kampung Cibuntu ke pasar dan pusat kota itu sudah banyak menjadi 'kolam'.
"Setiap ganti presiden, gubernur dan pejabat lain yang dipilih, kita selalu berharap infrastruktur ini diperbaiki. Minimal diaspal kalau tidak dikehendaki seperti kampung lain dengan dicor. Tapi hingga jalan ini banyak lubang bak kolam ikan itu tak tersentuh pembangunan juga," kata warga Cibuntu, M Ridho (30), di sela dirinya dan warga lain menutupi lubang besar bak kolam ikan itu dengan kerikil, Minggu (12/4).
Menurut Ridho, aspirasi kampungnya itu sudah sering disuarakan dalam berbagai kesempatan politik, formal juga platform media sosial. Tujuannya, supaya jalan itu mendapat perhatian pemerintah.
"Ikhtiar sudah sering, termasuk hari ini kita secara swadaya meratakan jalan dengan kerikil yang ada. Semoga ini didengar dan dilihat pemerintah. Termasuk oleh Bapak Aing (Bapak saya) Kang Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat)," tegasnya.
Warga lainnya, Saefur (42) menambahkan bahwa menutup 'kolam' di jalan tersebut dengan kerikil pun membutuhkan perjuangan yang panjang. Selain harus ada kerikilnya, perlu juga tenaga untuk mengerjakannya.
"Kami hanya bisa berusaha sebisanya dengan harapan tidak banyak orang jatuh atau terpeleset di kubangan kolam ini. Ingin kami, jalan ini segera diaspal, lebih bagus lagi dicor. Namun hal itu masih seperti mimpi karena belum terwujud," pungkasnya. (Cah/P-3)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi instruksikan penertiban ormas di perlintasan kereta api ilegal demi keselamatan publik dan kelancaran perjalanan KA.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
GUBERNUR Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melintas di Jalan Panorama pada Senin, 27 April 2026, melihat fenomena mobil angkutan kota (angkot) tidak masuk ke terminal.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi siapkan santunan Rp50 juta bagi korban meninggal kecelakaan kereta di Bekasi tanpa pandang domisili. Simak detail bantuannya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Iran berhasil menginternalisasi ideologi, sejarah Persia, dan nilai humanisme sebagai kekuatan bangsa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut gaji ribuan guru honorer belum cair karena menunggu kepastian hukum dari Menteri PAN RB.
Lonjakan jumlah jalan berlubang di Jakarta dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran serius terhadap kualitas infrastruktur ibu kota.
Jalan rusak ditanami pohon pisang bentuk protes warga kepada pemerintah daerah di Desa Kelutan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Proyek Jalan Inpres Mauponggo-Ngera-Pu’uwada di Nagekeo senilai Rp18 miliar diserahterimakan (PHO) meski rusak. Simak fakta lapangan dan analisis ahli.
Jalan Jambi–Tembesi, Batanghari, Jambi mengalami kerusakan dan berlubang di sejumlah titik sehingga memicu kemacetan.
Pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di jalur strategis Pantai Utara (Pantura) hingga Tol Trans Jawa sebagai upaya memastikan kelancaran arus mudik 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved