Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyakit mulut dan kuku (OMK) hewan ternak di Jawa Tengah kembali meningkat hingga mencapai 4.082 kasus tersebar di 759 desa/kelurahan, 264 kecamatan di 28 kabupaten/kota, vaksinasi di sejumlah daerah ditingkatkan untuk mencegah penyebaran yang cukup cepat.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (15/1) Kasus PMK hewan ternak di Jawa Tengah belum mereda, bahkan jumlah hewan ternak terpapar penyakit tersebut semakin meningkat, yakni dari sebelumnya 3.968 ekor kini telah menjadi 4.082 ekor tersebar di 759 desa/kelurahan, 264 kecamatan di 28 kabupaten/kota, kondisi ini membuat warga dan peternak semakin khawatir.
Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah mencatat dari jumlah hewan ternak terpapar PMK di Jawa Tengah mencapai 4.082 ekor tersebut, sebanyak 545 ekor telah sembuh, 159 ekor mati dan sisanya 3.284 ekor masih dalam perawatan, sehingga untuk mencegah semakin cepat meningkatnya kasus itu vaksinasi semakin digencarkan.
"Kita khawatir sekarang, karena jumlah hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing terpapar PMK bertambah cukup cepat," kata Parijan,50, peternak di Kabupaten Blora.
Hal serupa diungkapkan Riyan, 40, peternak di Grobogan bahwa pada awalnya tidak terlalu khawatir, namun melihat perkembangan penyebaran PMK saat ini menjadi was-was mengingat sudah ada beberapa ekor ternak yang terserang dan kini dikarantina agar tidak menulsrbke ternak lainnya. "Kami memanggil dokter hewan untuk mengobati yang sakit," tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakkeswan Jawa Tengah Ign Hariyanta Nugraha mengatakan selain melakukan proses percepatan penanganan terhadap hewan ternak terpapar PMK, juga dilakukan percepatan vaksinasi terhadap hewan ternak yang sehat untuk mencegah terjadinya penularan cukup cepat dengan pendistribusian vaksin ke seluruh daerah.
"Pada Desember lalu kita telah distribusikan 8.750 dosis ke 35 darah di Jawa Tengah, kemarin Senin (13/1) kita mendapatkan tambahan vaksin 40 ribu dosis dan juga langsung kita distribusikan untuk diberikan ke ternak yang ada di daerah," ujar Ign Hariyanta Nugraha.
Selain melakukan penanganan dan pemberian vaksin, lanjut Ign Hariyanta Nugraha, Disnakkeswan Jawa Tengah juga memberikan antibiotik, multivitamin, penyaluran disinfektan untuk mencuci hama di pasar hewan dan kandang, memberikan komunikasi informasi edukasi dan menginvestigasi saat ada laporan masuk masalah PMK dari peternak.
“Pada Oktober 2024 lalu, kami telah memberikan surat ke kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan potensi peningkatan kasus penyakit pada ternak memasuki musim penghujan ini," imbuhnya. (S-1)
WABAH penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali melanda Jawa Timur pada awal tahun, bahkan cenderung meningkat drastis. Tercatat sebanyak 839 kasus ditemukan di 19 kabupaten di Jawa Timur.
PETERNAK sapi di Jawa Timur perlu waspada menyusul ditemukannya 30 ekor sapi di Kabupaten Ngawi terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
PASAR hewan di Jawa Timur (Jatim) yang dinilai masih rawan munculnya Penyakit Mulut Kuku (PMK), jelang Hari Raya Idul Adha diimbau untuk ditutup sementara.
Pemprov) Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) kembali menerima laporan adanya ternak terjangkit penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebelumnya ditemukan di Kabupaten Kampar
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Ajbar mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian ketersediaan vaksin penyakit mulut dan kaki (PMK) bagi peternak.
Dari total 103 kasus, 770 ekor sapi dilaporkan sakit, namun 142 ekor telah dinyatakan sembuh setelah mendapat pengobatan.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved