Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI cuaca ekstrem di 31 daerah dan gelombang tinggi di Perairan Selatan Jawa Tengah terjadi pada Senin (2/12). Warga yang beraktivitas di darat dan laut diminta mewaspadai dampak akibat kondisi alam tersebut.
Cuaca berawan pada pagi baik di darat dan laut pasang pagi Senin (2/12) diperkirakan akan berubah drastis pada siang, sore dan awal malam yakni turunnya hujan ringan-lebat, bahkan dapat menjadi ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terutama di kawasan pegunungan tengah, pesisir sekatandan Solo Raya.
Tidak hanya di darat, cuaca di laut selatan dan Utara Jawa Tengah juga diperkirakan diguyur hujan, bahkan gelombang tinggi kembali berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Tengah yakni berkisar 0,5-3 meter. Warga yang beraktivitas di perairan Samudera Hindia diminta untuk waspada seperti nelayan, pelayaran umum dan tongkang.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat hingga Selasa (3/12), angin dari arah tenggara ke barat laut berkecepatan 2-15 knot," kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Suwardi, Senin (2/12).
Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida mengungkapkan hujan ringan-lebat diperkirakan akan mengguyur Jawa Tengah Senin (2/12), bahkan potensi cuaca ekstrem masih terjadi di 31 daerah sehingga diminta mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin ribut.
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Risca Maulida, potensi cuaca ekstrem terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.
Selain itu daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Risca Maulida, yakni Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Sedangkan hujan ringan-sedang diperkirakan mengguyur dengan waktu bervariasi yakni Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Semarang, Pekalongan dan Tegal," ujar Risca Maulida.
Angin berkecepatan 3-25 kilometer per jam pada umumnya bertiup dari barat laut ke timur dan timur laut ke selatan, demikian Risca Maulida, suhu udara berkisar 19-33 derajat celcius dengan kelembaban udara 55-95 persen. "Ketinggian gelombang di perairan selatan 0,5-3 meter dan di perairan utara 0,1-1 meter," tambahnya. (N-2)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved