Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat dapat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali berpotensi terjadi di 27 daerah di Jawa Tengah Selasa (19/11), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk waspada ancaman bencana hidrometeorologi.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (19/11) dampak hujan lebat mengguyur daerah di Jawa Tengah mengakibatkan longsor tanggul Sungai Bodri tepatnya di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal sepanjang 40 meter dengan tinggi enam meter, kondisi ini nyaris mengakibatkan banjir bandang di sejumlah desa sepanjang sungai tersebut hingga segera dilakukan penambalan.
Sementara itu, pohon berukuran besar disambar petir hingga roboh menutupi ruas jalan Blora-Kunduran tepatnya di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, sehingga BMKG kembali mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi seperti longsor, bsnjir dan angin ribut, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di puluhan daerah di Jawa Tengah.
"Ada 27 daerah di Jawa Tengah berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada Selasa (19/11), maka diminta warga untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida.
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Risca Maulida, cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi dan Blora.
Daerah lain di Jawa Tengah berpotensi mengalami cuaca ekstrem, ungkap Risca Maulida, yakni Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Sedangkan daerah Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Semarang, Pekalongan dan Tegal hujan ringan-lebat," tambahnya.
Di daerah tersebut, menurut Risca Maulida, pada pagi cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang hingga awal malam diperkirakan mulai turun hujan ringan-sedang, bahkan dapat berubah menjadi cuaca ekstrem terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian selatan Jawa Tengah dan Solo Raya.
Angin pada umumnya bertiup dari barat laut ke timur, demikian Risca Maulida, meskipun di sejumlah daerah lain bertiup dari timur laut ke selatan dengan kecepatan 3-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-33 derajat celcius dan kelembaban 55-95%. "Ketinggian gelombang di perairan utara 0,2-0,5 meter dan perairan selatan 0,5-2 meter," tambahnya. (N-2)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved