Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI cuaca yang panas dan angin kencang saat ini berdampak terhadap tingginya kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Tak heran saat ini, puskesmas di Kabupaten Bangka ramai dikunjungi pasien penyakit ISPA.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengatakan saat ini ada beberapa tren penyakit yang dilayani seluruh pukesmas di Kabupaten Bangka.
Baca juga : Pernikahan Dini Penyebab Tertinggi Stunting di Bangka
"Penyakit ISPA paling banyak dikeluhkan pasien berobat ke puskesmas kita. Selain itu, DM (diabetes melitus) dan hipertensi," kata Nora di Puskesmas Gunung Muda, Belinyu, Bangka, Kamis (13/9).
Ia menyebutkan penyakit ISPA disebabkan faktor cuaca yang begitu panas, ditambah banyaknya debu yang berterbangan karena angin kencang. Hal ini dapat menurunkan imunitas hingga memudahkan penularan virus dan bakteri.
"Memang ISPA disebabkan berbagai virus dan bakteri, sehingga timbul penyakit influenza, sinusitis, dan radang tenggorokan," ujarnya.
Baca juga : 2.400 Petani Sawit di Bangka Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan
Ia mengaku ISPA merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terlebih dalam kondisi tubuh yang kurang baik.
Sementara itu, Pj Bupati Bangka Muhammad Haris meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan, khususnya saat kondisi cuaca seperti saat ini.
"Cuaca panas debu berterbangan, sebelum makan cuci tangan dengan bersih agar terhindar dari penyakit ISPA," kata Haris usai meninjau pemeriksaan anak stunting di Kantor Desa Gunung Muda.
Ia berpesan kepada dokter dan tenaga medis di puskesmas di seluruh Kabupaten Bangka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berobat.
"Beri pelayanan baik, jangan susahkan masyarakat, kasihan para pasien mereka datang untuk kesembuhan," pintanya. (RF/J-3)
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Dalam bahasa Bangka, nganggung berarti membawa wadah atau dulang dengan telapak tangan sejajar dengan pundak, dari rumah menuju masjid, surau, atau balai desa.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Tim gabungan berhasil menangkap kembali 8 tahanan yang kabur dari Mapolres Bangka dalam waktu kurang dari 48 jam. Satu orang menyerahkan diri.
Bupati Bangka Feri Insani, meminta ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar tetap tenang dan mempercayakan kepada pemerintah daerah.
Plastik berbahan baku murni dijual dengan harga Rp23 ribu per bungkus, dari harga sebelumnya Rp15 ribu per bungkus.
Hujan deras dan angin kencang melanda Bangka Belitung, merusak puluhan rumah dan menumbangkan pohon. Seorang mahasiswi terluka akibat tertimpa pohon.
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mendistribusikan 40.000 mushaf ke Bangka Belitung guna memperkuat literasi Al-Qur'an di wilayah terpencil dan kepulauan.
PADA hari keempat setelah lebaran 2026, harga cabai rawit merah hari ini 24 Maret 2026 di pasar Kite Sungailiat Bangka, Provinsi Bangka Belitung mengalami lonjakan.
MENJELANG Lebaran 2026, harga pangan di Provinsi Bangka Belitung mengalami peningkatan signifikan, salah satunya harga daging ayam.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong percepatan implementasi Multi Usaha Kehutanan (MUK) berbasis lanskap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Polda Babel menetapkan 3 tersangka penganiayaan wartawan TV One dan media online. Pelaku terancam 7 tahun penjara atas pengeroyokan dan intimidasi jurnalis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved