Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai rawit mengalami kenaikan menjelang perayaan hari raya Idul Adha 1445 hijriah di Palu, Sulawesi Tengah. Pasokan yang berkurang masuk ke pasar menjadi penyebab.
Salah satu pedagang, Wahyuni Razak mengatakan, sudah tiga hari harga cabai rawit mengalami kenaikan harga.
“Sekarang Rp55 ribu per kilogram (kg) dari harta sebelumnya Rp40 ribu per kg,” terangnya kepada Media Indonesia di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, Jumat (7/6).
Baca juga : Harga Komoditas di Bengkulu Naik Tajam Usai Pemilu
Menurut Wahyuni, penyebab kenaikan harga cabai rawit karena pasokan yang masuk ke pasar berkurang sementara permintaan cukup tinggi.
“Sudah tiga hari ini juga tidak ada pasokan masuk. Kata pengepul banyak petani yang belum panen, makanya tidak ada pasokan ke pasar,” imbuhnya.
Pedagang lainnya, Daeng Anton menjelaskan, harga cabai rawit juga naik karena harga di tingkat pengepul lebih dulu naik.
Baca juga : Di Pasar Pekanbaru, Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kg
“Harga di pengepul Rp53 ribu per kg, kami jual Rp55 ribu per kg biar ada untung,” ungkapnya.
Anton memprediksi, jika pasokan belum normal masuk ke pasar harga cabai rawit bisa lebih mahal lagi.
“Apa lagi ini sudah mendekat Idul Adha, kebutuhan warga pasti tinggi. Semoga saja ada pasokan dalam waktu dekat ini,” tandasnya. (Z-8)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
DINAMIKA harga pangan di Sumatra Utara menunjukkan tren yang kontradiktif memasuki pekan keempat April 2026.
HARGA cabai merah di kawasan Provinsi Aceh sejak tiga hari terakhir menurun drastis.
SEJUMLAH komoditas cabai di Kota Padang Panjang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan pada minggu kedua April 2026.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kepala UPTD Pasar Muka, Asep Hermawan, mengatakan turunnya harga komoditas cabai rawit dimungkinkan karena mulai berkurangnya permintaan.
Inkoppas menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved