Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEINDAHAN Kota Salatiga di Jawa Tengah menarik perhatian masyarakat yang datang berkunjung ke kota yang memiliki luas 54,98 kilometer per segi itu. Kota dengan penduduk 193.525 jiwa itu terkenal dengan sejarah kerajaan Demak, dan daerah tertoleran di Indonesia karena banyak suku ras, agama dan kelas ekonomi tinggal dalam satu wilayah dengan tingkat kerukunan tinggi.
Awal dikenal Salatiga dikenal merupakan kota peristirahatan. Seiring perkembangan zaman, kota ini dikukuhkan sebagai kota pendidikan memiliki delapan perguruan tinggi, bahkan kini menjadi kota wisata dengan dukungan destinasi di sekitarnya yang tumbuh secara perlahan.
"Awal Kota Salatiga ini hanya sebagai tempat peristirahatan digunakan oleh warga dengan kelas ekonomi tinggi, termasuk para petinggi di masa Penjajahan Belanda," kata Sejarawan Salatiga Afdel Jatayu Prakosa.
Banyak tokoh terkenal yang tinggal di Salatiga karena udaranya yang sejuk. Di antaranya, raja gula Asia Oei Tiong Ham dan RA Kardinah (adik RA Kartini). Kini sejumlah artis pun tinggal di kawasan ini.
Kini Salatiga memiliki tempat menarik lainnya. Tepatnya di Jalan Sukowati No. 33, Kalicacing, sebuah bangunan berwarna merah bata cukup menyita perhatian pelintas karena memiliki lebar tidak sampai tiga meter dan tinggi menjulang enam lantai dengan tulisan besar di puncak bangunan Pituroom cukup ramai dengan kerumunan.
Baca juga: Umbul Senjoyo Destinasi Wisata Air Murah Meriah di Semarang
Bangunan itu merupakan hotel tertipis di Indonesia dengan lebar 2,8 meter memiliki enam lantai dan hanya tersedia tujuh kamar. Namun bukan tertipis di dunia, karena kalah dengan hotel Eh'haeusl yang berada di Amberg, Jerman dengan lebar hanya 2,4 meter. Meski begitu, keberadaannya telah menyukup perhatian karena bagi warga kebanyakan aneh.
Founder PituRooms Ary Indra, seorang arsitek mengungkapkan hotel dibangun pada masa pandemi covid-19 ini baru selesai dan dioperasikan Desember 2022. Secara keseluruhan hanya mempunyai luas tanah 2,8 x 9 meter dibangun setinggi 17 meter, memiliki tujuh kamar dan maksimal 14 orang tamu menginap.
"Banyak mengatakan ini merupakan ide gila, hotel dibangun saat pandemi dan di lahan terbatas dengan jumlah kamar yang juga sedikit, karena secara perhitungan bisnis tentu tidak menguntungkan," ujar Ary Indra.
Ary mengaku memiliki tantangan tersendiri saat meluncurkan ide tersebut. Sejak berdiri okupansi hotel cukup tinggi. Namun memasuki Mei mulai sepi dan mengalami penurunan pendapatan yang mempengaruhi operasional hotel.
Namun memasuki bulan Mei hingga saat ini, demikian Ary Indra, sudah dapat stabil cukup untuk menghidupi beberapa karyawan serta operasional hotel. "Meskipun pas dan secara bisnis tidak ada keuntungan," imbuhnya.
Ternyata tidak hanya itu, ide gila Ary Indra kembali muncul dengan membangun tempat wisata yang jauh dari keramaian yakni Gumuk Sidul Menul-menul di Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Lokasi wisata itu yang cukup sulit dijangkau dengan lebar jalan pas untuk satu mobil serta harus melintasi perkampungan padat penduduk.
Berada di ketinggian 600 mdpl, destinasi Gumuk Sidul Menul-menul ini cukup sepi, dibangun unik karena menggunakan atap dari ranting pohon jati yang dirangkai seperti sarang burung raksasa. Namun dengan menaiki tangga 154 undakan, pemandangan indah terlihat dari puncak bukit kecil ini seperti Gunung Merbabu, Telomoyo, dan Andong.
Di destinasi yang diresmikan Mantan Wali Kota Yulianto, ungkap Ary, secara bisnis belum menguntungkan karena masih sepi. Di sisi lain kawasan ini bertujuan menyelamatkan lingkungan dari penambangan liar, menjaga ekosistem alam dan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
"Kita selalu buat event di destinasi ini seperti pasar tiban, cukup ramai sehingga banyak warga memanfaatkan untuk berdagang berbagai hasil ketrampilan dari makanan hingga cinderamata, apalagi setiap ada pelancong datang," imbuhnya. (Z-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung menghadirkan promo kuliner Beyond Plates dengan menu lokal, Chinese, dan Western spesial HUT ke-30 Ascott.
Membawa konsep Bar Takeover yang penuh energi, Holiday Inn Bandung Pasteur menghadirkan Street Bar Festival melalui kolaborasi bersama professional Bartender Mozzar.
ARCHIPELAGO International, grup manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, secara resmi membuka Nawana by Alana di Sentul City, Kabupaten Bogor, pada 10 April 2026.
Hotel Ciputra Jakarta resmi meluncurkan fasilitas Spa dan Gym baru hasil kolaborasi dengan Sun Life, menghadirkan pengalaman relaksasi premium dengan produk L’Occitane.
Melalui paket ini, tamu akan mendapatkan 1 (satu) malam menginap di Deluxe Room, special rate untuk Signature Facial Complete, serta complimentary sunscreen dari Glow Derma.
The Ascott Limited luncurkan Harris Hotel & Convention Serpong! Hadirkan konsep generasi baru, akses langsung ke SMS Mall, dan ballroom kapasitas 1.500 orang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved