Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (9/11) malam. Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang berlangsung hampir 1 jam, mengakibatkan terjadi berbagai bencana di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun meminta masyarakat waspada. Sebab, di tengah kondisi peralihan musim atau pancaroba, potensi bencana hidrometeorologi cenderung meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menyebutkan secara resmi pihaknya tidak menerima laporan dari setiap wilayah yang terdampak cuaca ekstrem. Namun di lapangan memang diakuinya terjadi berbagai kejadian bencana akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir.
"Laporan secara resmi tidak ada, tapi personel BPBD langsung ke lapangan. Berdasarkan laporan ada empat titik yang kami tangani pada malam Jumat. Di Rancagoong, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Ciwalen, dan satu di Legok di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang," kata Asep kepada Media Indonesia usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di lapang komplek Pemkab Cianjur, Jumat (10/11).
Baca juga:
> Bupati Kuningan Minta Warga Waspada Bencana
> Ketua DPRD Tapanuli Utara Tinjau Pengaspalan Daerah Rawan Longsor
Asep menuturkan kondisi cuaca ekstrem saat ini kecenderungannya berpotensi terjadi kerawanan banjir luapan, puting beliung, pohon tumbang, termasuk tanah longsor. Asep pun meminta masyarakat bisa berperan aktif melaporkan seandainya menemukan kondisi pepohonan yang sudah lapuk.
"Kemudian sampah. Ini yang harus kita waspadai. Banjir genangan biasanya terjadi karena tersumbatnya aliran air akibat sampah. Kami tentu meminta kerja sama dari masyarakat, kalau memang di lingkungannya terdapat sampah pada aliran sungai atau selokan, bisa dibantu membersihkannya," jelas mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu.
Pun bagi masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan atau lereng-lereng, diimbau selalu waspada. Pascakemarau panjang, biasanya kontur tanah akan menjadi lebih gembur jika diguyur air hujan terus menerus.
"Kalau daerah pergunungan memang cukup rawan terjadi tanah longsor. Sedangkan daerah rawan banjir luapan atau genangan di antaranya di wilayah Cianjur kota, Ciranjang, Bojongpicung, Sukanagara, Sindangbarang, dan lainnya," pungkas Asep. (Z-6)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Ravidho Ramadhan menempuh program Doktoral di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu menjadi doktor termuda
BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika bersama PT. Urban Spasial Indonesia mengembangkan pemanfaatan teknologi Light Decection and Ranging (LiDAR) untuk pemetaan kebencanaan.
Terdapat sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan rusak berat. Ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah.
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Pembagian jatah air ini sangat penting karena dipastikan saat kemarau volumenya berkurang
Ada berbagai faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.
Pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa dituntaskan.
Saat ini pencetakan SPPT sudah mencakup 28 kecamatan. Dari jumlah tersebut, SPPT yang sudah terdistribusikan mencakup 21 kecamatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved