Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat , Jawa Barat, memutuskan menghentikan operasional pembuangan sampah hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan itu terpaksa dilakukan lantaran risiko kebakaran gunungan sampah yang semakin besar. Saat ini petugas masih fokus melakukan pemadaman api yang sudah berlangsung sejak Sabtu (19/8) lalu.
"Operasional hari ini diberhentikan total, menunggu nanti perkembangan. Kalau misalkan api sudah padam baru kita operasional lagi. Jadi sekarang diberhentikan dulu sementara," kata Koordinator Pengelolaan TPA Sarimukti, Riswanto, Selasa (22/8).
Baca juga : Sarimukti, Nasibmu Kini
Jika sebelumnya titik api hanya membakar gunungan sampah di zona 4, dia mengatakan, kini kobaran api merembet hingga ke zona 3. Untuk proses pemadaman dikerahkan enam unit mobil pemadam.
Imbas dari peristiwa itu, satu unit alat berat ekskavator hangus terbakar saat digunakan membuat parit agar titik api tidak merambat ke lahan yang masih aman. "Karena apinya terlalu besar kemudian merambat ke alat berat. Di alat berat kan berisi solarnya dan olinya yang mana itu mudah terbakar," jelasnya.
Baca juga : Dua Helikopter Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran di TPA Sukawinatan
Berhentinya operasional pelayanan pembuangan sampah di TPA Sarimukti juga berdampak pada para pemulung yang biasa mencari rezeki di tempat itu. Sekitar 400 orang pemulung diminta menjauh dari area TPA untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Sudah kami instruksikan mereka menjauh dulu sementara waktu," ucapnya.
Komandan Regu Damkar Poswil Cikalongwetan, Yadi Supriadi mengungkapkan,penyebab besarnya kobaran api di TPA Sarimukti lantaran material sampah dalam kondisi kering, serta tiupan angin kencang. Ditambah mayoritas sampah plastik yang mudah terbakar sehingga api tetap menyala meski dibawah timbunan sampah.
"Angin besar ditambah sampah plastik kering makin memudahkan api merembet. Kita minta bantuan dikerahkan seluruh Damkar di Bandung Raya," bebernya. (Z-4)
Antrean armada pengangkut sampah di TPA Sarimukti semakin panjang karena melayani pembuangan sampah dari berbagai wilayah di Jawa Barat, bukan hanya dari Kota Bandung.
TPA Sarimukti kembali beroperasi H+2 Lebaran. DLH Kota Bandung kerahkan 1.025 personel dan 134 armada untuk bersihkan 71 titik sampah di pusat kota & wisata.
JALUR menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tersendat akibat antrean panjang truk pengangkut sampah, Senin (16/3).
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Total kapasitas Zona 5 seluas 6,3 hektare telah mencapai sekitar 2 juta ton. Kapasitas tersebut diperkirakan hanya mampu menampung sampah untuk dua tahun ke depan.
Untuk mengatasi tumpukan sampah yang tak terbuang ke TPA Sarimukti itu, pihaknya sudah memiliki opsi untuk membuang sampah ke daerah lain.
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved