Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini Kementerian Pertaniam (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Pertanian (BPPSDMP) sedang gencar memfasilitasi dan menarik minat para pemuda untuk terjun berusaha di bidang pertanian, dengan mencanangkan program cetak 2,5 juta petani milenial.
“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren dan hebat,” ucap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam satu kegiatan baru-bari ini. .
Dalam keterangan pers, Jumat (26/5), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan untuk menjadi negara maju, hal utama yang perlu digenjot adalah SDM-nya.
Baca juga: Polbangtan, Kementan, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Petani Milenial Pasuruan
Oleh karena itu, menurut Dedi, perlu dilakukan pemantapan pendidikan vokasi pertanian, mencetak lulusan yang berkualitas baik sebagai job seeker, job creator maupun pengusaha pertanian milenial.
“Sementara qualified job seeker adalah petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian”, ujar Dedi.
SMK-PP Negeri Banjarbaru Cetak 6O Lulusan
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yaitu SMK-PP Negeri Banjarbaru kembali mencetak calon penerus generasi muda bidang pertanian dengan meraih kelulusan 100%, yaitu 60 siswa kelas XII TP. 2022/2023.
Momen kelulusan kali ini dilakukan seperti sebelum terjadi pandemi covid-19, kali ini pihak sekolah kembali menggelar Pengukuhan dan Pelepasan siswa di halaman kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru, Rabu (24/5).
Baca juga: Pacu 'Pertanian Cerdas Iklim', Kementan Koordinasi dengan Pemda
Kegiatan ini dihadiri seluruh siswa XII yang lulus dengan didampingi orang tua, serta turut hadir tenaga pendidik dan kependidikan, alumni, pensiunan, tamu undangan, kepala dinas, kepala UPT Kementan lingkup Kalsel, dan kali ini juga dihadiri Wakil Walikota Banjarbaru, Wartono.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso yang hadir dan melepas siswa, mengatakan,“Hari ini adalah puncak dan akhir dari anak-anak ku kelas 12 di sekolah."
"Sehingga kegiatan ini selesai kalian akan kembali ke orang tuanya dan kembali menjadi masyarakat seperti biasa, dan jangan lupa untuk membangun sector pertanian di tempat masing-masing,” terangnya.
“Alhamdulillah dari 60 siswa semuanya dinyatakan lulus semua dan juga dinyatakan kompeten dalam bidang profesi pertanian, sesuai dengan kompetensinya masing-masing, ini sangat luar biasa dan ini suatu kebanggaan,” tambah Budi.
Diharap Sukses Jari Petani dan Job Creator
Di momen ini Budi berpesan, “Semoga 60 siswa ini mudah-mudahan doa kami sukses selalu, semoga nantinya diantara kalian ada yang menjadi pencari kerja bidang pertanian (Job seeker) atau menjadi petani atau pengusaha di bidang pertanian yang sukses (job creator).”
Di kesempatan ini Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono yang hadir dan menyampaikan pesan kepada 60 orang siswa dan mengucapkan selamat kepada seluruh siswa kelas XII SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru yang pada hari ini dikukuhkan kelulusannya.
Baca juga: Menteri Pertanian Berterima Kasih Kepada Petani
Dalam sambutannya, Wartono menyampaikan “Pada kesempatan yang baik ini saya Sebagai sekolah kejuruan, lulusan SMK Pertanian Pembangunan Banjarbaru merupakan generasi-generasi produktif, dengan keterampilan dan kemahiran spesial yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibidang pertanian.”
Kali ini SMK-PP N Banjarbaru meluluskan dan melepas sebanyak 60 orang yang terdiri dari 3 Kompetensi Keahlian yang ada di SMK-PPN Banjarbaru, diantaranya 23 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 24 siswa Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura (ATPH), dan 13 siswa Agribisnis Pengolahan Hasil (APHP).
Baca juga: Politenik Enjiniring Kementan Perkuat Penerapan Alsintan bagi Mahasiswa
Selain acara pengukuhan dan pelepasan siswa XII, kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia indsutri dari P4s Patra Mandiri dan PT GMK.
Selanjutnya dilanjutkan dengan pembukaan Open Day atau Pameran Pertanian di halaman kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru yang dilaksanakan selama 2 hari.
Pameran ini sendiri memamerkan produk-produk hasil olahan siswa, guru, penerima hibah kompetitif Yess, produk dari BPP Martapura Kota dan Barat, dan Dharma Wanita SMK-PP N Banjarbaru.(RO/S-4)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
APCA Indonesia meluluskan siswa Culinary dan Pastry Arts melalui pendidikan intensif 9 bulan. Fokus pada kesiapan kerja dan standar global industri F&B.
Dari total 13 peserta pelatihan pada angkatan (batch) III, sebanyak 12 orang atau sekitar 93 persen di antaranya telah resmi bekerja.
Kemenperin terus meningkatkan upaya dalam mempersiapkan angkatan kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global melalui program pendidikan vokasi industri
Kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, berhasil meraih penghargaan SMK Pusat Keunggulan.
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved