Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA sosial Ketua DPR RI Puan Maharani, HaloPuan, kembali bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam kegiatan Mahasiswa Peduli Stunting: Mengolah Daun Kelor Menjadi Asupan Super.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi isu serius di Indonesia.
Kerja sama kali ini dilakukan dengan IMM Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Sebelumnya, HaloPuan melakukan kegiatan serupa bersama IMM Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).
Baca juga : Relawan Puan Sosialisasikan Kelor sebagai Pencegah Stunting di Sukabumi
Kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi, Jawa Barat, ini dihadiri 168 mahasiswa UMMI dari dua fakultas, yakni Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora (FIAH) dan Fakultas Kesehatan (FKes).
Peserta memperoleh penyuluhan tentang stunting dari Ketua Program Studi Pendidikan Profesi NERS UMMI Ria Andriani serta informasi dari HaloPuan tentang manfaat super bubuk daun kelor dalam menjaga keseimbangan gizi.
Menurut Koordinator HaloPuan Poppy Astari, kegiatan ini penting karena salah satu penyebab tingginya angka stunting di Indonesia yakni masih kurangnya asupan gizi di kalangan remaja, khususnya remaja putri.
Baca juga : Relawan Puan Gerakkan Warga Jampang Tengah Lawan Stunting
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 32% remaja putri di Indonesia masih mengalami kekurangan energi kronik.
Faktor penyebab lainnya ialah pernikahan di usia muda sehingga terjadi kehamilan di bawah usia 21 tahun. Data menunjukkan 46% kehamilan pertama di Indonesia terjadi pada perempuan di bawah usia 21 tahun.
Kegiatan seperti Mahasiswa Peduli Stunting dan inisiatif lainnya yang melibatkan berbagai pihak, termasuk remaja, dapat membantu menciptakan generasi lebih sehat dan sejahtera.
Baca juga : Pemkot Sukabumi Kejar Target Penurunan Angka Stunting
“Apalagi dalam ajaran Islam, umat Islam diperintahkan memperhatikan generasi masa depan seperti tercantum dalam Al-quran surah An-Nisa ayat 9,” kata Poppy melalui keterangan yang diterima hari ini.
Alasan Puan Maharani menggerakkan warga dalam melawan stunting melalui HaloPuan, menurut Poppy, karena penanganan stunting tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, tapi juga warga harus sadar dan bersama melawan stunting.
Selain itu, lewat HaloPuan, Puan Maharani membawa gagasan pemanfaatan bubuk daun kelor yang sudah teruji mampu mengatasi malnutrisi di banyak negara.
Baca juga : Warga Citamiang, Sukabumi, Antusias Ikuti Program Melawan Stunting
“Daun kelor dikenal memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, protein, dan antioksidan yang tinggi, sehingga menjadi sumber nutrisi penting dalam menjaga kesehatan dan mengatasi malnutrisi,” ujar Poppy.
Ketua Bidang Politik IMM Sukabumi Wildan Khadarisman mengatakan pihaknya bekerja sama dengan HaloPuan agar mahasiswa bisa ikut menyosialisasikan bahaya stunting dan penanganannya di tengah masyarakat, apalagi HaloPuan membawa gagasan ilmiah soal daun kelor.
"Kami juga berterima kasih kepada Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI yang bekerja sama dengan IMM UMMI dalam kegiatan sangat bermanfaat ini," tutur dia.
Baca juga : Gerakan Melawan Stunting HaloPuan Masuki Kota Sukabumi
Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan Rojab Asy’ari menambahkan kegiatan ini sangat penting karena sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa kader-kader partai harus bergerak dalam isu penanganan stunting.
"Jadi apa yang dilakukan HaloPuan ini amat sesuai dengan visi partai, apalagi Mbak Puan menggandeng elemen masyarakat seperti Muhammadiyah.”
Rojab juga menyampaikan gagasan pemanfaatan daun kelor perlu terus disosialisasikan karena kelor itu mudah didapat, mudah perawatannya, dan kaya nutrisi.
Baca juga : Pacu Kualifikasi Petani Muda, Kementan Lakukan Pendampingan di Sukabumi
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi, Jana Jaenuddin mengatakan relasi Puan Maharani dengan Muhammadiyah sebenarnya bukan hal asing karena kakek dan nenek Puan, Bung Karno dan Fatmawati, merupakan kader-kader Muhammadiyah.
“Tujuan-tujuan syariat Islam saat ini juga sudah termasuk di dalamnya menjaga lingkungan dan menjaga generasi masa depan,” kata Jana seraya mengapresiasi kegiatan HaloPuan bersama IMM.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, HaloPuan membagikan bingkisan kepada mahasiswa berisi 200 gram bubuk daun kelor dan minuman segar terbuat dari campuran bubuk daun kelor dan lemon.
Baca juga : Ayep Zaki Terima Aspirasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia
Tujuan pemberian bingkisan ini untuk mengenalkan kepada mahasiswa cara mengonsumsi daun kelor dalam bentuk bubuk dan memberi contoh praktis penggunaan bubuk daun kelor dalam minuman sehat.
"Diharapkan, dengan mencoba produk berbahan dasar daun kelor ini, mahasiswa lebih paham tentang manfaatnya dalam menjaga keseimbangan gizi serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari." (RO/S-2)
Baca juga : Perangi Tengkes, Sumedang Libatkan Lembaga Keagamaan
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved