Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, telah membentuk 17 Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) hingga 2022. Tahun ini BPBD berencana menambah kembali 3 Keltana.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, menuturkan di Kota Sukabumi terdapat 33 kelurahan. Namun yang sudah membentuk Keltana baru sekitar 50% lebih. "Tahun ini kami rencanakan membentuk lagi tiga Keltana," kata Zulkarnain, Minggu (21/1).
Ke-17 wilayah yang sudah membentuk Keltana itu yakni Kelurahan Subangjaya, Karangtengah, Baros, Gunungpuyuh, Cikondang, Citamiang, Karamat, Limusnunggal, Jayamekar, Cipanengah, Sukakarya, Cisarua, Benteng, Sudajaya Hilir, Cikundul, Sindangsari, dan Situmekar. Pembentukkan Keltana merupakan bagian meningkatkan pelayanan kelola bencana dengan melibatkan aparatur wilayah termasuk pemanfaatan sumber daya manusia untuk penguatan data dan informasi penanggulangan bencana.
"Kehadiran pemerintah daerah, dalam hal ini BPBD di masyarakat sudah menjadi keharusan untuk memberikan pelayanan kemanusiaan. Selama tahun lalu kami juga telah memasang plang rambu peringatan dini bencana di 251 titik tersebar di 33 kelurahan di tujuh kecamatan," ungkapnya.
Data BPBD melalui aplikasi Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan), jumlah bencana selama 2022 tercatat sebanyak 225 kejadian. Jenis bencananya terdiri dari banjir, longsor, kebakaran, cuaca ekstrem, puting beliung, serta gempa bumi.
Berbagai bencana mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp 12.696.996.850 dengan luas area terdampak 7,924 hektare. Terdapat sebanyak 997 kepala keluarga yang terdampak.
Dari jumlah itu sebanyak 48 jiwa mengungsi, 2 orang meninggal dunia, dan 8 orang luka ringan. Sementara kerusakan infrastruktur yang terdampak sebanyak 933 unit bangunan terdiri dari 57 unit dikategorikan rusak berat, 223 unit bangunan rusak sedang, dan 653 unit rusak ringan.
"Kurun 10 tahun terakhir atau selama 2013-2022, secara akumulasi bencana di Kota Sukabumi tercatat sebanyak 1.778 kejadian," terang Zulkarnain.
Intensitas bencana paling banyak berada di Kelurahan Karangtengah sebanyak 128 kejadian, kemudian di Kelurahan Cisarua 114 kejadian, dan di Kelurahan Subangjaya sebanyak 108 kejadian. Sedangkan bencana paling sedikit berada di Kelurahan Gunungparang sebanyak 10 kejadian serta di Kelurahan Warudoyong dan Sudajayahilir masing-masing 21 kejadian. (OL-15)
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved