Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA berawan hingga hujan ringan masih terjadi di beberapa daerah pantura Jawa Tengah memasuki awal bulan November ini, banjir air laut pasang (rob) kembali datang dan warga di wilayah pesisir mulai bersiaga.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (1/11) cuaca di daerah pantura Brebes-Rembang, Jawa Tengah belum sepenuhnya bersahabat, sebagian besar daerah sejak pagi hingga siang berawan dan malam hari kembali turun hujan meskipun dengan intensitas ringan.
Bahkan banjir rob kembali datang merendam beberapa daerah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak dan Jepara dengan ketinggian air 20-50 centimeter terutama di daerah pesisir dengan radius 1-3 kilometer dari bibir pantai.
"Kita kembali bersiaga, rob mulai datang terutama pada siang dan sore hari, khawatir meninggi dan tanggul sungai jebol lagi," kata Siswanto, 52, warga Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Hal serupa juga diungkapkan Malkhan,58, warga Tugu, Demak air merendam ratusan rumah di desanya pada banjir bulan lalu belum sepenuhnya surut dan warga terpaksa hidup diatas gladak darurat, kini banjir rob kembali datang membuat warga kembali khawatir. "Kami sampai membuat tanggul di halaman rumah," imbuhnya.
Bupati Demak Eisti'anah mengatakan saat ini belum dapat berbuat banyak menghadapi rob yang menjadi langganan di beberapa kecamatan, namun selesainya pembangunan tol Semarang-Demak nanti diharapkan akan mengurangi tob Demak bagian barat.
Rob di Pekalongan juga masih terjadi, pembangunan tanggul laut yang belum selesai menjadikan beberapa wilayah bagian utara daerah ini kembali terendam banjir air laut pasang, meskipun tidak setinggi sebelumnya namun telah membuat beberapa wilayah tergenang.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan berbagai upaya telah ditempuh untuk mengatasi banjir di daerah ini, baik itu akibat tingginya intensitas hujan maupun air laut pasang.
Selain percepatan pembangunan tol laut yang kini sedang digarap, juga dilakukan peninggian tanggul serta normalisasi sungai. "Kita juga telah siapkan ratusan pompa air untuk mengurangi genangan," imbuhnya.
Karena menjadi daerah langganan banjir, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mulai tahun depan akan penerapan kurikulum muatan lokal (mulok) kebencanaan untuk pembelajaran di tingkat sekolah dasar (SD).
"Kita telah melakukan kajian, mulok kebencanaan bakal diajarkan di SD, agar pelajar tidak pasif, apatisvdan paham apa yang harus dilakukan dalam menghadapi perkembangan perkotaan yang semakin kompleks," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim.
Potensi kebencanaan yang bisa terjadi kapan saja di Kota Pekalongan, lanjut Zainul Hakim, seperti permasalahan banjir dan rob, sungai yang dipenuhi limbah, sampah dan sebagainya. (OL-13)
Aksi pembobolan di minimarket, baru diketahui saat seorang karyawan hendak membuka tokonya sekitar pukul 06.16 WIB
Satlantas Polresta Cirebon memprediksi puncak arus balik gelombang kedua di jalur Pantura Cirebon terjadi H+6 dan H+7 Lebaran.
Sejumlah pemudik arus balik memilih pulang ke arah Jakarta pada 25 Maret 2026 atau H+3 Lebaran Idul Fitri untuk menghindari kemacetan
HARI Raya Idulfitri identik dengan ketupat. Simak tradisi makan ketupat Lebaran di Pantura, makna simboliknya, dan bagaimana budaya ini mempererat silaturahmi keluarga.
Cek jadwal lengkap dan rute one way nasional mudik Lebaran 2026 mulai KM 70 Cikatama hingga KM 414 Kalikangkung yang resmi berlaku hari ini, 18 Maret 2026.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 13 Maret 2026, daerah Pantura Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang disertai air laut pasang (rob) di perairan utara.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved