Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN tewas dalam peristiwa terbakarnya Kapal Express Cantika 77 bertambah menjadi 19 orang. Kamis (27/10) sore, tim SAR menemukan satu korban tewas.
Korban ke-19 yang ditemukan adakag anak berusia antara 5-7 tahun. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang I Putu Sudayana mengatakan, jenazah dievakuasi oleh RIB 10 milik SAR sedang dalam pelayaran menuju Kupang.
Sementara itu Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Johni Asadoma mengundang Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran kapal Express Cantika 77 di Perairan Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang. "Saat ini tim Labfor sedang di TKP," ujar Irjen Johni Asadoma kepada Media Indonesia.
Kapal Express Cantika terbakar dalam pelayaran dari Kupang ke Alor pada Senin (24/10). Kapal tersebut mengangkut sekitar 349 penumpang, sedangkan di manifes hanya tercatat 167 orang dan 10 kru. Hingga kini, puluhan penumpang masih belum ditemukan.
Menurut Kapolda, tim bentukan Polda NTT masih melakukan pemeriksaan terhadap kru kapal dan sejumlah penumpang untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal. Informasi awal, kebakaran bersumber dari air conditioner yang berada di ruangan VIP.
"Masih penyelidikan, masih sebatas interview, belum pro-justitia. Jadi kita baru mintakan keterangan dari Kapten Kapal, dari Wakil Kapten Kapal, dari KKM kemudian ada lima penumpang yang juga kita mintai keterangan untuk mencari tahu sebab-sebab kebakaran," ujarnya. (OL-15)
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved