Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan mengguyur daerah di pantura Jawa Tengah. Berbagai daerah waspada dan siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (19/10) bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin ribut masih akan menjadi ancaman serius berbagai daerah di pantura Jawa Tengah, kewaspadaan tinggi diterapkan oleh daerah mengingat hujan masih terus akan mengguyur baik siang hingga malam hari.
Berdasarkan data dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan mengguyur daerah di pantura Jateng seperti Kabupaten/Kota Semarang, Salatiga, Rembang, Blora, Grobogan, Jepara, Kudus, Demak, Kendal, dan Pekalongan.
Setelah beberapa wilayah di Kota Semarang dilanda banjir pada Selasa (18/10) malam dengan ketinggian air 20-30 centimeter, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 unit pompa penyedot air yang ditempatkan di 52 rumah pompa tersebar di ibukota Jawa Tengah ini.
"Ratusan pompa telah kita siapkan, sehingga ketika muncul banjir di satu wilayah langsung dilakukan penyedotan hingga air segera surut," kata Koordinator Operasi dan Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Hisam Ashari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Muhammad Agus Nugroho Luhur Pambudi mengatakan ancaman bencana banjir di daerah ini sangat besar, karena ada 14 sungai besar yang hilirnya ada di Demak. "Tidak harus hujan di sini, hujan di daerah Hulu seperti Kabupaten Semarang, Boyolali, Salatiga, Grobogan, Blora dan Kudus sudah dapat menyebabkan banjir di Demak," tambahnya.
Hal serupa diungkapkan Koordinator Kelompok Pengelola (Korpokla) SDA Wilayah Bodri Kendal Nur Kholis bahwa Kabupaten Kendal juga rawan banjir karena banyak sungai mengalir dengan hilir di daerah ini, sehingga untuk mengantisipasi dilakukan normalisasi sungai dan menjaga kebersihan sungai yang ada.
"Ada 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Kendal menjadi langganan banjir, maka baru-baru ini 750 meter Sungai Kendal dilakukan pengerukan, namun normalisasi sungai tidak berjalan mulus karena terkendala bangunan warga," ujar Nur Kholis.
Normalisasi sungai juga dilakukan Pemerintah di Kabupaten dan Kota Pekalongan sebagai antisipasi menghadapi banjir, namun hingga saat ini belum seluruh rampung mengingat banyaknya sungai yang harus digarap termasuk peninggian tanggul Sungai Bremi.
Bahkan untuk mengantisipasi banjir yang menjadi langganan di Pekalongan, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana membantu penanganan banjir dan rob dengan menggelontorkan anggaran Rp1,24 triliun. "Proyek tersebut saat ini telah mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai secara multiyears hingga 2023 mendatang," ungkap Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid. (OL-15)
Aksi pembobolan di minimarket, baru diketahui saat seorang karyawan hendak membuka tokonya sekitar pukul 06.16 WIB
Satlantas Polresta Cirebon memprediksi puncak arus balik gelombang kedua di jalur Pantura Cirebon terjadi H+6 dan H+7 Lebaran.
Sejumlah pemudik arus balik memilih pulang ke arah Jakarta pada 25 Maret 2026 atau H+3 Lebaran Idul Fitri untuk menghindari kemacetan
HARI Raya Idulfitri identik dengan ketupat. Simak tradisi makan ketupat Lebaran di Pantura, makna simboliknya, dan bagaimana budaya ini mempererat silaturahmi keluarga.
Cek jadwal lengkap dan rute one way nasional mudik Lebaran 2026 mulai KM 70 Cikatama hingga KM 414 Kalikangkung yang resmi berlaku hari ini, 18 Maret 2026.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 13 Maret 2026, daerah Pantura Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang disertai air laut pasang (rob) di perairan utara.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved