Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERSEDIAAN air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Namun, ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Desa Kareka Nduku, Kecamatan Tana Righu, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
Setiap harinya, warga di Kareka Nduku mau tak mau harus berjalan melewati bukit yang berkelok terjal serta berbatu hanya demi menimba air. Untuk dapat membawa air tersebut, warga desa rela memanggul beban jerigen dan ember berisi literan air.
Melihat fakta itu, Yayasan Solar Chapter Indonesia meluncurkan proyek “Water for Kareka Nduku” untuk mewujudkan akses air bersih yang mudah bagi warga Kareka Nduku.
Gerakan itu merupakan bagian implementasi pilar pertama Solar Chapter yaitu penyediaan akses air bersih. Sebelumnya, Solar Chapter telah berhasil menghadirkan air bersih di 5 Desa yaitu Desa Umutnana, As Manuela, Biau, Fatoin, Nibaaf.
Proyek “Water for Kareka Nduku” merupakan inisiatif dalam berkontribusi untuk negeri, dan menyebarkan kebaikan bagi orang yang membutuhkan. Dalam pengerjaannya, proyek ini dikerjakan oleh mahasiswa Indonesia di University of Washington dan University of California Los Angeles.
Tim pekerja berisi berbagai anggota dari disiplin ilmu berbeda, mulai dari teknik, desain, bisnis, hingga komunikasi bekerja sama untuk mencanangkan proyek penyediaan air bersih di Desa Kareka Nduku. Usaha ini berhasil dengan dukungan dukungan dari para penyumbang kebaikan baik secara pribadi maupun kelompok usaha.
Baca juga : Kopi, Bambu, dan Tenun Dalam Festival Wolobobo di Ngada
Kepedulian perusahaan seperti ACE dan Vision Ease kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia, serta lingkungan hidup membantu menyulut api semangat untuk bersama membangun negeri dan meningkatkan kualitas hidup orang banyak.
Teresa Wibowo, Direktur PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACE) Teresa Wibowo mengatakan, proyek itu merupakan suatu gagasan yang sesuai dengan komitmen perusahaan.
“Proyek Water for Kareka Nduku ini adalah sebuah gagasan yang selaras dengan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi kehidupan yang lebih baik,” kata Teresa.
“Perusahaan yang sebelumnya telah memberikan kontribusi di Water for Biau dan Fatoin (2020 dan 2021) ini kembali melanjutkan misi kemanusiaan di Kareka Nduku. ACE berharap kedepannya kontribusi sosial ini semakin mendorong perkembangan Desa Kareka Nduku,” sambungnya.
Presiden Direktur dari PT Vision Ease Asia Aily Chandra menuturkan, program itu juga selaras dengan program One Vision yang diluncurkan Hoya Vision Care.
“Dengan berpartisipasi dalam program ini, kami mengambil tanggung jawab untuk membantu memberikan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat di desa Kareka Nduku, sehingga masyarakat di sana bisa memiliki hari esok yang lebih baik,” tuturnya. (RO/OL-7)
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved