Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak berusia tujuh tahun di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal setelah satu bulan digigit anjing rabies di leher. Korban berasal dari Kelurahan Olakile, Kecamatan Boawae, digigit anjing rabies pada Juni.
Korban tidak diberikan suntikan vaksin antirabies (VAR) dan serum antirabies (SAR) oleh pihak berwenang setempat. Ia dilarikan ke puskesmas pada Kamis (15/7) dan meninggal pada Jumat (16/7) sore.
Pemerhati rabies yang juga Satuan Medis Fungsional Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere, Sikka, Dokter Asep Purnama mengatakan anak tersebut dilarikan ke Puskesmas Boawae dalam kondisi gelisah, takut air (hydrophobia), dan takut angin (aerophobia). "Sayang seribu kali sayang, anak ini tidak mendapatkan vaksinasi rabies sebagai salah satu rangkaian upaya pencegahan pascapaparan," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (16/7).
VAR berfungsi merangsang antibodi penetral virus rabies setelah seseorang digigit hewan yang diduga membawa virus rabies. Sedangkan SAR berfungsi menetralkan virus pada luka bekas gigitan serta memberikan perlindungan sebelum antibodi yang terbentuk dari vaksin muncul.
Baca juga: Satu Korban Meninggal Akibat Penembakan KKB Papua Berasal dari Manggarai
Sesuai catatan Asep, sejak awal Juli, total korban meninggal akibat rabies di Flores sebanyak empat orang terdiri dari 3 di Kabupaten Nagekeo dan 1 di Kabupaten Ende. Menurutnya, kasus ancaman rabies di Flores sungguh nyata, tetapi ancaman kematian bisa dicegah jika korban diberikan suntikan vaksin antirabies.
Namun pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa, ketika gejala aerophobia dan hydrophobia pada korban gigitan anjing rabies sudah muncul. "Seluruh warga Flores tidak mampu melindungi para korban dari si jahanam virus rabies. Padahal, rabies bisa dicegah. Maafkan kami semua anakku. Kami yang tidak peduli akan ancaman rabies untukmu," tutup Asep. (OL-14)
PERNYATAAN Bupati Nagekeo Simplisius Donatus terkait polemik proyek jalan Inpres Mauponggo-Puuwada kembali menuai kritik.
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved