Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STATUS tanggap darurat bencana banjir dan tanah di Kota Sukabumi, Jawa Barat berakhir, Kamis (3/3). Selanjutnya akan dilakukan pemulihan dengan melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai sarana dan prasarana yang rusak akibat terdampak bencana pada 17 Februari 2022.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menjelaskan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor berlangsung selama 14 hari terhitung sejak 18 Februari hingga 3 Maret berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 188.45/55 BPBD/2022. Selama tanggap darurat bencana, BPBD telah melakukan berbagai upaya penanganan.
"Kami melakukan berbagai langkah dan upaya selama tanggap darurat bencana. Di antaranya melakukan asesmen di lokasi kejadian dan mengoordinasikannya dengan instansi teknis, mengevakuasi material dan sampah, menyiapkan posko lapangan dan tenda pengungsi serta dapur umum di berbagai titik, menyalurkan bantuan paket sembako, dan lainnya," kata Imran, Jumat (4/3).
Bencana banjir dan tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung lebih dari 6 jam. Akibatnya, sejumlah aliran sungai meluap akibat debit air tinggi. "Seperti aliran Sungai Cigunung, Cibandung, Cisuda, Cipelang, Cimandiri, dan aliran sungai lainnya," tutur Imran.
Bencana mengakibatkan dampak cukup signifikan di berbagai wilayah. Paling parah terjadi di Kampung Tugu Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros yang terendam banjir meluapnya aliran Sungai Cisuda.
Data yang dihimpun BPBD Kota Sukabumi, jumlah warga yang terdampak sebanyak 838 kepala keluarga atau 2.867 jiwa. Terdapat sebanyak 499 unit rumah rusak ringan, 235 unit rumah rusak sedang, serta 105 unit rumah rusak berat.
Rinciannya, di Kecamatan Baros terdapat 324 kepala keluarga atau 1.057 jiwa. Sebanyak 118 unit rumah rusak ringan, 139 unit rusak sedang, dan 68 unit rusak berat. Di Kecamatan Cikole terdapat 118 kepala keluarga atau 415 jiwa dengan jumlah rumah sebanyak 107 unit rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 4 rusak berat.
Di Kecamatan Citamiang sebanyak 4 kepala keluarga atau 16 jiwa terdampak. Terdapat 4 unit rumah rusak berat. Sementara di Kecamatan Cibeureum terdapat 246 kepala keluarga atau 847 jiwa dengan jumlah rumah rusak ringan sebanyak 152 unit, rusak sedang 73 unit, dan rusak berat 20 unit.
Di Kecamatan Lembursitu terdapat 46 kepala keluarga atau 164 jiwa dengan jumlah rusak ringan sebanyak 40 unit, rusak sedang 3 unit, dan rusak berat 5 unit. Di Kecamatan Gunungpuyuh terdapat 19 kepala keluarga atau 53 jiwa yang terdampak dengan jumlah rusak ringan sebanyak 14 unit dan rusak sedang 5 unit. Sedangkan di Kecamatan Warudoyong terdapat 81 kepala keluarga atau 305 jiwa dengan jumlah rumah rusak ringan sebanyak 68 unit, 9 rusak sedang, dan 4 rusak berat.
"Bencana terjadi di 24 kelurahan di 7 kecamatan. Banjir dan tanah longsor juga berdampak terhadap 51 tempat ibadah, dua sarana pendidikan, dan 2 sarana kesehatan," jelas Imran.
Terdapat 1 orang meninggal dunia dan 1 orang luka ringan. Sedangkan dua kepala keluarga mengungsi di tempat pengungsian sementara yang disediakan BPBD Kota Sukabumi.
Potensi bencana di Kota Sukabumi masih jadi ancaman mengingat curah hujan masih cukup tinggi. BPBD pun masih terus siaga melihat perkembangan di lapangan.
"Alhamdulillah, selama tanggap darurat bencana, kami dibantu hampir 1.369 orang yang berasal dari berbagai instansi dan lembaga serta para relawan. Jika dirata-ratakan, setiap hari selama tanggal darurat bencana terdapat 100 orang yang membantu penanganannya," pungkasnya. (OL-15)
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved