Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT kerentanan bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat, berada pada posisi ke-23 dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Indeks resiko kebencanaannya berada pada status sedang.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, mengatakan dengan indeks risiko kategori sedang, bukan berarti bencana di Kota Sukabumi tak mengganggu kehidupan masyarakat hingga menimbulkan kerugian materil, korban jiwa, kerusakan lingkungan, hingga dampak psikologis. Pasalnya, kata Zulkarnain, bencana sifatnya radius bukan administratif yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
"Kalau melihat risiko, Kota Sukabumi memang berada pada kategori sedang. Berbeda dengan Kabupaten Sukabumi yang memiliki indeks risiko tinggi. Tapi tetap kita harus waspada," kata Zulkarnain, Senin (7/2).
Beberapa di antara bencana yang cukup diwaspadai di Kota Sukabumi yakni gempa, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta kekeringan. Gempa, misalnya, kata Zulkarnain, single hazard gempa bumi di wilayah Sukabumi termasuk risiko tinggi.
Berdasarkan data Pusat Gempa Nasional, gempa besar akibat pergeseran Sesar Cimandiri yang dirasakan di Sukabumi di antaranya berpusat di Palabuhanratu pada 1900, gempa berpusat di Cibadak pada 1973, gempa Gandasoli pada 1982, gempa berpusat di Padalarang pada 1910, gempa berpusat di Tanjungsari pada 1972, gempa berpusat di Congeang pada 1948, dan gempa berpusat di Sukabumi pada 2001.
Berdasarkan kejadian gempa tersebut, sebut Zulkarnain, maka Kota Sukabumi memiliki potensi ancaman gempa bumi tingkat sedang ke tinggi. "Tingkat kerentanan ancaman bencana gempa bumi berada pada kelas tinggi dengan skor rata-rata 2,2-2,6," tuturnya.
Kurun 9 tahun terakhir terhitung periode 2013-2021, berdasarkan catatan BPBD, di Kota Sukabumi terjadi sebanyak 1.553 kejadian bencana. Rinciannya, kebakaran sebanyak 250 kali, banjir 198 kali, tanah longsor 443 kali, puting beliung 120, gempa 103, dan cuaca ekstrem 442.
Sebaran wilayahnya berada di Kecamatan Cikole sebanyak 296 kejadian, Cibeureum sebanyak 160 kejadian, Citamiang 233 kejadian, Gunungpuyuh 240 kejadian, Warudoyong 209 kejadian, Lembursitu 175 kejadian, dan Baros 139 kejadian. "Dirata-ratakan, setiap tahun di Kota Sukabumi terjadi 172 kali bencana dengan kecenderungan kasus kejadiannya meningkat," pungkasnya. (OL-15)
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved