Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASKA bencana banjir sampah menjadi persoalan tersendiri dihadapi pemerintah kabupaten di Kalimantan Selatan. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sampah kayu dan bambu (raba) menutupi badan sungai hingga berkilo-kilo meter.
Sampah sungai ini menutupi badan sungai ratusan meter hingga beberapa kilometer. "Seperti banjir besar pada awal 2021 lalu, sampah kayu dan bambu yang menumpuk di badan sungai menjadi masalah dihadapi pemda. Sampah sisa banjir terdahulu juga belum sepenuhnya tertangani, sekarang bertambah," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu SungainTengah, Budi Haryanto.
Sampah-sampah ini harus segera ditangani, karena akan menjadi pemicu banjir susulan jika hujan kembali datang. Penumpukan sampah terparah terjadi di daerah aliran sungai Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan dan Desa Aluan Besar, Kecamatan Batu Benawa. Volume sampah berupa kayu dan bambu ini diperkirakan mencapai ribuan meter kubik.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani, Jumat (3/12) mengatakan pihaknya telah melaporkan dan meminta bantuan Balai Besar Sungai guna menangani permasalahan sampah sungai (raba) ini.
Selain Pemkab setempat, organisasi lingkungan Walhi Kalsel bersama UNDP sebelumnya juga melakukan pembersihan sampah sungai sisa banjir awal 2021 lalu dengan melibatkan masyarakat di empat desa di Kecamatan Batubenawa dan Hantakan.
Pada banjir Januari 2021 lalu volume ini mencapai 15 ribu ton. Sepanjang 2021 ini Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah empat kali dilanda banjir. Terakhir banjir terjadi di penghujung November yang melanda 10 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan melumpuhkan Kota Barabai, ibukota kabupaten.
"Di Hulu Sungai Tengah banjir sebagian besar sudah surut. Beberapa lokasi di daerah dataran rendah masih terendam dengan ketinggian banjir berkisar 10 cm hingga 50 cm," ujar Ahmad Yani.
Data terkini dampak bencana banjir yang dikeluarkan BPBD Provinsi Kalsel mencatat banjir melanda 137 desa di 35 kecamatan pada lima kabupaten meliputi delapan kecamatan di Hulu Sungai Utara, empat kecamatan di Tabalong, tujuh kecamatan di Balangan, 11 kecamatan di Hulu Sungai Tengah dan delapan kecamatan di Hulu Sungai Selatan.
Banjir menyebabkan 9.495 rumah warga yang dihuni 10.685 keluarga atau 31.136 jiwa terendam banjir. Sebanyak 18 jembatan rusak dan hancur, 39 titik tanah longsor dan 116 fasilitas umum rusak ringan dan berat. Sedangkan jumlah pengungsi yang sempat mencapai 5.000 orang kini berkurang menjadi 3.386 orang. (OL-13)
Baca Juga: Kominfo: Konten Pornografi, Perjudian dan Penipuan Dominasi Ruang Digital Indonesia
Kayu hanyut akibat banjir dimanfaatkan jadi hunian sementara di Sumatra. Ribuan meter kubik sudah dipakai untuk percepatan pemulihan pascabencana.
Kombinasi identifikasi jenis dan asal-usul geografis kayu akan sangat membantu dalam kepastian legalitas pemanfaatan kayu.
Meskipun teknologi DNA telah menjadi standar global dalam forensik kehutanan, penerapannya di Indonesia hingga kini masih tergolong terbatas.
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Selain padi, Kalsel mencatat produksi cabai besar mencapai 11 ribu ton dan cabai rawit 14 ribu ton, yang efektif meredam gejolak harga komoditas.
BMKG melaporkan gempa dangkal beruntun guncang Balangan dan Tabalong, Kalsel. Simak analisis pemicu sesar lokal dan imbauan keselamatan terbaru di sini.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, melalui penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS.
POPULASI ikan sapu-sapu (hypostomus plecostomus), juga memenuhi sungai-sungai di sejumlah wilayah perkotaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penangkapan ini mempertegas bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi jalur transit utama bagi jaringan internasional tersebut.
Tingginya intensitas bencana alam dan keterbatasan fiskal berpengaruh pada kinerja pembangunan di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved