Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUSTAKAAN Sekolah Menengah Atas Katolik Swasta (SMAKS) Bhaktyarsa Maumere, Kabupaten Sikka, meraih juara satu lomba perpustakaan sekolah terbaik tingkat SMA/SMK se Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2021.
Kepala SMAKS Bhaktyarsa Maumere, Suster Marcelina kepada mediaindonesia.com, Sabtu (11/9), mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak sehingga mampu meraih prestasi ini. Dia mencerikan ikhwal pencapaian ini, dimulai dari tingkat kabupaten, sekolahnya meraih predikat terbaik dan diusulkan untuk mengikuti lomba perpustakaan sekolah terbaik tingkat SLTA se Provinsi NTT.
"Kita bersyukur di masa pandemi ini, sekolah kita bisa torehkan prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Sikka ditingkat Provinsi NTT. Sekolah kita juga akan mewakili NTT di tingkat nasional," ujar Suster Marcelina.
Untuk perpustakaan terbaik kedua se-NTT, diraih sekolah Seminari Menengah Todabelu Mataloko, Kabupaten Ngada. Juara tiga dicapai SMA yang ada di Kabupaten Sumba Tengah.
Belajar Perpustakaan hingga ke Roma
Suster Marcelina menceritakan, pada tahun 2016, ia bersama siswanya melakukan studi banding di Australia yang difokuskan untuk belajar perpustakaan. Di negeri kangguru itu, ia menemukan konsep bahwa perpustakaan itu seperti toko buku. "Perpustakaan disalah satu sekolah di Australia itu seperti toko buku. Semuanya ada di perpustakaan seperti kita bisa les musik, baca buku dan sebagainya," kisahnya.
Yang lebih mengejutkan, kata Suster Marcelina, pegawai yang melayani di perpustakaan itu tahu semua isi buku yang terletak di dalam perpustakaannya. Selain itu, pegawai perpustakaan di sana juga mempromosikan buku-buku kepada
guru-guru dan siswa-siswi di sekolahnya.
"Contohnya, kalau ada materi matematika, pegawai perpustakaan datang ke gurunya atau ke siswa dan sampaikan kalau materi matematika ini buku referensinya. Saya juga pernah masuk perpustakan sekolah mereka, saya juga terheran-heran," ungkap dia, menceritakan pengalaman saat studi banding di Australia.
Selanjutnya, Suster Marcelina mencerikan pengalamannya saat melanjutkan studi di Roma, Italia. Dia menggunakan perpustakaan milik Jesuit untuk membaca buku. Dalam sehari ia harus berada di perpustakaan itu selama sembilan jam. "Saya punya prinsip, saya sudah datang ke negara orang. Jadi semua buku yang ada di perpustakaan itu saya sudah baca. Saya ingin siswa-siswinya juga ingin seperti saya yang mana buku itu jendela dunia," ujar Marcelina.
Dari dua pengalaman itu, saat kembali ke Indonesia, dia mengubah wajah perpustakaan di sekolahnya. Agar pengunjung nyaman dilengkapi enam kafe belajar. Perpustakaan sekolah harus menjadi pusat sumber informasi untuk mewujudkan siswa-siswi yang berprestasinya. Karena baginya, dengan membaca adalah kunci kesuksesan.
Dalam perpustakaan di SMAKS Bhaktyarsa ini, hasil karya ilmiah dari guru dan
siswa dipajang. Semua pengunjung bisa membacanya. Guru dan siswa didorong menghasilkan tulisan ilmiah, untuk disimpan dan dipajang di perpustakaan sekolah.
Offlen dan Onlen
Selain menerapkan perpustakaan offline, jelas dia, perpustakaan sekolahnya juga menerapkan sistem online. Para guru dan siswa-siswi di sini bisa membaca buku melalui handphone dengan aplikasi yang sudah diberikan. Sementara itu, kalau hasil karya ilmiah guru dan siswa juga bisa dibaca dengan sistem online karena karya ilmiah mereka juga dibuat dalam bentuk PDF.
"Jadi semua fasilitas kita siapkan untuk siswa-siswi agar bisa membaca. Dari membaca mereka juga diberikan untuk membuat metodologi penelitian. Agar hasil karya mereka bisa menjadi sumber informasi yang nantinya diletakan di perpustakaan sekolah," tandasnya.
Dirinya menambahkan, dari hasil membaca itu, ada beberapa siswa SMAKS Bhaktyarsa mengikuti lomba menulis dalam bahasa Inggris tingkat internasional. Lomba diselenggarakan oleh penulis buku terkenal di Australia ibu Pamela Fremaan. (OL-13)
Baca Juga: Ganjar Minta Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata di Pulau Karimunjawa
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved