Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH wilayah di Jawa Tengah terendam banjir. Seperti di Pekalongan, Demak, Grobogan dan Jepara di sejumlah wilayahnya terendam banjir. Di Pekalongan banjir terjadi di Dusun Simonet, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Warga memilih bertahan di sana. Tercatat ada 12 rumah roboh diterjang rob dan dan 66 keluarga masih bertahan di rumah mereka. Untuk mencegah kondisi makinn parah, Pemkab Pekalongan hanya membentengi dusun dengan karung berisi pasir dan tanah agar air tidak bisa masuk.
Sedangkan banjir di Demak disebabkan meluapnya Sungai Wulan di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah. Banjir menyebabkan tanggul jebol sudah teratasi. Namun air masih menggenangi perkampungan dan areal persawahan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak Suprapto mengatakan meskipun tanggul jebol sudah dapat teratasi. Warga yang berada di daersh aliran sungai (DAS) tetap harus siaga karena intensitas hujan masih tinggi.
"Di Grobogan juga terjadi banjir. Tanggul jebol berimbah ribuan rumah dan ribuah hektar sawah di wilayah Karanganyar, Gajah hingga Mijen. Kewaspadaan harus ditingkatkan," kata Suprapto, Senin (1/2).
baca juga: Banjir Genangi Pantura Jawa Tengah
Laporan dari Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto mengatakan ada 23 desa dan 1.665 hetar sawah terendam banjir dengan ketinggian 50-150 cm. Banjir juga melanda Welahan, Kabupaten Jepara akibat tingginya intensitas hujan dan meluapnya Sungai SWD 1. Sedikitnya 77 rumah warga terendam di kecamatan itu dan perkampungan juga tergenang dengan ketinggisn air 10-50 cm. (OL-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved