Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai senilai Rp12,6 miliar. Pemusnahan BMN dengan dibakar dan dihancurkan dengan menggunakan alat berat di halaman KPU BC Tipe B Batam, Senin (21/12) sore.
Kepala Kantor KPU BC Tipe B Batam Susila Bra mengatakan, BMN yang dimusnahkan itu adalah barang yang tidak dapat digunakan, dimanfaatkan dan tidak dapat dihibahkan.
"Maka berdasarkan ketentuan lain peraturan perundang-undangan wajib dimusnahkan," kata Susila, Selasa (22/13).
Adapun barang BMN yang dimusnahkan yaitu barang Kena Cukai berupa hasil tembakau dari berbagai jenis dan merek sebanyak 1.404.523 batang. Kemudian minuman beralkohol sebanyak 16.266 botol dan 7.175 kaleng.
baca juga: Pemeriksaan di Perbatasan Diperketat
Ponsel dari berbagai jenis dan merek sebanyak 173 unit dan aksesoris ponsel berbagai jenis dan merek. Mulai dari kotak ponsel, adaptor, kabel USB, dan lainnya sebanyak 329 item. Kosmetik, alat seks seperti sex toys, vibrator, sepatu, pakaian, dan barang lainnya juga ikut dimusnahkan.
"Total perkiraan nilai barang sebesar Rp12,6 miliar, dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp8,8 miliar," ujarnya.(OL-3)
Upaya penyelundupan hampir 40 ribu benih lobster di Bandara Juanda berhasil digagalkan. Pelaku gunakan modus baru dengan handuk basah, nilai mencapai Rp1 miliar.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kantor wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita enam barang dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan menyita sejumlah barang bukti.
KPK sedang mengevaluasi alasan ketidakhadiran para pengusaha tersebut pada pemanggilan pertama.
Kasus dugaan korupsi cukai yang menyeret oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) dinilai menjadi momentum penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved