Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR/MPR Fraksi Partai NasDem, Subardi menilai belakangan ini populisme politik kembali mencuat seiring terjadinya berbagai acara kerumunan di DKI Jakarta. Populisme politik dikhawatirkan meluas menjadi sebuah gelombang besar dan masif, dari sebelumnya sebagai gerakan atau aksi protes. Hal ini disampaikan Subardi saat sosialisasi 4 pilar di hadapan warga dari Kapanewon Berbah dan Depok, di Gedung Teater Ramayana, Prambanan, Sleman, Senin lalu.
Anggota DPR/MPR dari Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta ini menyebut paham populisme menjadi ancaman bagi persatuan bangsa, karena menggunakan narasi fanatisme ekstrim dan arogansi golongan. Ia pun mengajak masyarakat melawan populisme politik dengan ajaran Nasionalisme.
"Mari kita bersama-sama membangkitkan semangat nasionalisme untuk melawan populisme. Tanpa Nasionalisme, paham ini akan semakin kuat karena fanatisme yang ekstim dan arogasi kelompok. Ini dapat berakibat fatal bagi persatuan bangsa,," kata Subardi dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11).
Menurutnya gerakan populisme politik kian berkembang sejak tahun 2016 menjelang Pilkada DKI Jakarta. Hingga saat ini, lanjut Subardi, gerakan populisme dimanfaatkan oleh elit politik untuk mendulang suara.
"Harus diakui, gerakan ini sulit dihentikan karena dimanfaatkan oleh elit politik. Mereka para elit politik yang rakus kekuasaan dan minim gagasan itu, menjadikan basis massa yang besar sebagai komoditasnya," terangnya.
Populisme di Indonesia cenderung identik dengan narasi penindasan maupun pembelaan terhadap agama. Berbeda dengan populisme di banyak negara luar seperti Perancis dan Australia yang pernah mengalami gelombang populisme dengan gerakan anti imigran. Namun pada intinya, populisme adalah paham yang anti plural. Efeknya, paham ini akan mengancam nilai persatuan dan kesatuan, termasuk nilai kesetaraan dan kemanusiaan.
baca juga: Calon Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Positif Covid-19
Menurut Subardi pentingnya nasionalisme dapat ditinjau dari perspektif sejarah. Para pendiri bangsa lanjutnya, menggunakan doktrin nasionalisme sebagai pengikat segala perbedaan (pandangan ataupun kedaerahan) hingga menjadi sebuah bangsa merdeka. Melalui semangat itulah seluruh komponen 4 pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, memuat ajaran nasionalisme.
"Nasionalisme adalah ajaran yang digunakan para sesepuh kita mendirikan bangsa. Hanya dengan Nasionalisme kita semua terikat menjadi sebuah bangsa. Ini harus dirawat. Kalau muncul gerakan-gerakan anti-nasionalisme termasuk yang sekarang marak populisme, solusinya ya harus dilawan. Bangkitkan lagi semangat Kebhinekaan itu," tutup Subardi. (OL-3)
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
ADA yang menarik dari teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai gerakan nasionalisme paling awal dan nyata
KETUA Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis. Generasi muda harus siap berkorban untuk negara.
Nama “Bones” yang berarti tulang diangkat sebagai simbol kerangka nilai kebangsaan, fondasi yang menyatukan masyarakat Indonesia.
Sehingga film apapun yang dimunculkan ke publik yang mengangkat isu nasionalisme, termasuk film animasi viral yang akan tayang di bioskop pada 17 Agustus ini.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang dalam beberapa program pembangunan telah menempatkan nasionalisme sekaligus mencintai produk lokal Bali.
Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved