Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDUKUNG upaya pemerintah memutus mata rantai persebaran covid-19, Keraton Yogyakarta tidak menyelenggarakan upacara tradisi Garebeg Sawal, 1 Sawal tahun Wawu 1953 (Jawa) atau 24 Mei 2020, termasuk pula rangkaian kegiatan numplak wajik yang seharusnya digelar tiga hari sebelum pelaksanaan Garebeg Sawal,
"Keraton Yogyakarta juga tidak menyelenggarakan tradisi Ngabekten dan Ringgitan Bedhol Songsong," kata Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono, Minggu (24/5).
Lebih lanjut, GKR Condrokirono mengatakan merupakan bentuk kepekaan Keraton Yogyakarta dalam menaati imbauan pemerintah pusat.
Baca juga: Anak 13 Tahun di Klaten Positif Covid-19
Meski arak-arakan prosesi Garebeg Sawal ditiadakan, lanjutnya, Keraton Yogyakarta akan membagikan ubarampe gunungan, dengan tetap
memperhatikan standar protokol kesehatan.
"Prosesi arak-arakan gunungan beserta prajurit yang biasa digelar memang tidak ada, namun kami tetap akan membagikan ubarampe gunungan yang berupa rengginang. Hal ini merupakan usaha Keraton Yogyakarta dalam melestarikan tradisi di tengah pandemi," ujar Gusti Kangjeng Ratu Condrokirono.
Melalui usaha tersebut, diharapkan esensi garebeg itu sendiri tidak hilang.
"Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya," katanya.
Di samping itu, kata GKR Condrokirono lagi, pelaksanaan garebeg pada zaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini.
Dengan cara demikian, kerumunan massa akan terminimalisasi dan prosesi justru berjalan seperti pelaksanaan garebeg zaman dulu.
Upacara inti pada pembagian ubarampe tersebut serupa dengan prosesi garebeg yang umum dilaksanakan.
Ubarampe gunungan akan terlebih dahulu dirangkai dan diinapkan satu malam di Bangsal Srimanganti sejak Sabtu (23/5). Prosesi pembagian dan pemberangkatan pareden digelar keesokan harinya yakni pada hari pertama Idul Fitri atau Minggu (24/5) pukul 08.30 WIB di Bangsal Srimanganti dan dipimpin GKR Mangkubumi.
Seusai didoakan Abdi Dalem Kaji, pareden selanjutnya akan didistribusikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Kepatihan, dan Puro Pakualaman.
Ada 2.700 tangkai rengginang yang disiapkan. Ubarampe tersebut berjumlah sama dengan banyaknya rengginang yang disiapkan dalam Gunungan Estri dan Gunungan Dharat pada saat Upacara Garebeg sebagai mana mestinya.
"Untuk distribusi rengginang ke seluruh Abdi Dalem diberikan melalui Penghageng setiap Tepas/Kawedanan supaya tidak menimbulkan kerumunan. Baik Penghageng dan Abdi Dalem yang menerima ubarampe gunungan juga wajib menggunakan masker dan mematuhi standar protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan menjaga jarak," pungkasnya. (OL-1)
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved