Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA ketahanan pangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan pemerintah, terutama saat pandemi covid-19 seperti saat ini. Kepastian pasokan makanan bagi masyarakat tak terelakan lagi di samping kebutuhan lain.
Hal ini disadari betul oleh pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang mengalokasikan bantuan yang dihimpunnya untuk sektor tersebut. CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, pihaknya mendirikan 33 titik lumbung pangan yang bersumber dari penerimaan ziswaf dari para donatur.
Baca juga: Ketahanan Pangan dan Gizi di Tengah Covid-19
Lumbung pangan yang didirikannya itu tersebar di delapan provinsi di Tanah Air. Sebagai contoh, menurutnya lumbung pangan tersebut sudah menghasilkan 60 ton beras yang bisa digunakan oleh masyarakat sekitar.
"Terutama untuk mengatasi situasi sulit seperti saat ini. Juga bisa disimpan sebagai cadangan pangan," kata Nur di Bandung, Selasa (19/5).
Dia menjelaskan, pendirian lumbung pangan ini terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf saat menangani krisis di masa lampau. Saat itu salah satu upaya untuk mengatasi situasi krisis adalah dengan memperbanyak lumbung pangan.
"Kami akan berupaya untuk menambah titik lumbung pangan, sebagai wujud ikhtiar mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi," katanya.
Dia menambahkan, pendirian lumbung pangan ini dilakukan dengan membina para petani seperti di Indramayu, Banyumas, dan Banyuwangi. Saat musim panen tiba, dia memastikan akan memprioritaskan warga-warga di sekitar kawasan pertaniannya yang membutuhkan bantuan pangan. "Ini cara kami untuk meningkatkan ketahanan pangan warga, terutama yang tidak mampu," ucapnya.
Selain itu, dia menambahkan, pengelolaan dana ziswaf dari para donaturnya pun digunakan untuk pemberdayaan ekonomi seperti bagi pelaku UMKM yang terdampak pandemi covid-19. Saat ini, menurutnya sudah terdapat 518 pelaku usaha menengah kecil tersebut yang menerima bantuan itu.
Tidak hanya modal, bantuan juga diberikan melalui pendampingan dan pelatihan agar keberlangsungan usaha mereka tetap terjaga. "Kami berupaya membantu mereka yang terdampak, agar usahanya tetap berjalan di tengah pandemi seperti saat ini," katanya. (BY/A-1)
Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit.
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti penguatan ketahanan ekonomi, pangan, dan energi sebagai fondasi kemandirian nasional di peringatan puncak Milad ke-24.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya salinitas lahan pesisir, budidaya padi biosalin terbukti menjadi solusi adaptif yang mampu menjaga produktivitas.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Lumbung Pangan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses panen raya, dengan potensi hasil mencapai 400 ton jagung.
Gerakan Percepatan Tanam Serentak di area persawahan Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang, Jawa Timur.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved