Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKURANGNYA 280 ribu kepala keluarga (KK) di Daerah Istimewa Yogyakarta akan menerima bansos (bantuan sosial) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.
Sekretaris Daerah DIY Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji pada Jumat (8/5) di Ruang Gandhok Tengen, Kompleks Kepatihan menjelaskan bantuan sosial itu akan segera teralisasi. "Pencairan bansos itu sendiri akan melalui Bank BPD DIY, baik transfer ataupun tunai. Adapun lokasi Bank BPD DIY yang ditunjuk akan disesuaikan dengan lokasi atau domisili penerima bansos," kata Baskara.
Lebih lanjut dijelaskan, data yang telah divalidasi dan saat ini telah diterima Pemda DIY harus dilakukan pengecekan kembali. "Jumlahnya sejauh ini ada sekitar 169 ribu KK dan masih ditemukan beberapa catatan," katanya.
Menurutnya, masih ditemukan calon penerima yang tercatat berprofesi sebagai ASN, TNI/Polri, ataupun dokter yang sejatinya tidak masuk di dalam daftar. Ia menambahkan, ada pula kelompok yang seharusnya tidak menerima malah menerima.
"Karena yang seharusnya menerima itu yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jumlah 169 ribu tadi masih akan direduksi dan diproyeksikan akan ada sekitar 150 ribu KK," katanya.
Baskara menambahkan, untuk data yang tercatat 130.016 yang dikirimkan oleh pusat adalah penerima yang berbeda. "Kalau yang dari pusat itu berbeda dengan yang 169 ribu. Jadi kalau ditotal, penerima bansos di DIY ada sekitar 280 ribu KK. Acuannya DTKS saja," jelasnya.
Ia mengatakan pembagian bansos direncanakan digelar secara serempak. "Kami akan berkoordinasi melalui BPD DIY agar pembagiannya dapat dilakukan bersamaan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi adanya pihak yang belum terdaftar namun berhak untuk mendapatkan bansos, nantinya akan disusulkan di pembagian termin kedua. Kalaupun terdata ada kekurangan, imbuhnya, dapat disesuaikan dengan mengambil pos dari APBD Kabupaten maupun dari Dana Desa. (R-1)
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved