Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan berupaya mensterilkan aksesmasuk mobilisasi massa dari luar daerah ke wilayahnya. Upaya itu diyakini bisa menjadi satu di dari berbagai langkah untuk menangkal penyebaran virus korona.
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan peningkatan pengawasan keluar-masuk orang dari dan ke wilayah Sukabumi tak terlepas dari kekhawatiran pihaknya bakal terbawanya virus covid-19 oleh masyarakat yang kontak dengan masyarakat dari zona merah covid-19. Pengawasan difokuskan di titik-titik perbatasan, yaitu Sukabumi dengan Cianjur, Bogor, dan Banten.
"Kita awasi. Kita cermati orang yang masuk ke Sukabumi dari beberapa wilayah perbatasan. Kita sterilkan orang-orang yang masuk dan juga kendaraannya," kata Marwan, Minggu (29/3).
Menurut Marwan, deteksi dini pada orang yang dicurigai membawa virus covid-19 perlu dilakukan mengingat sifat penyebarannya sangat cepat. "Mudah-mudahan (upaya) ini bisa menurunkan. Kalau sudah masuk Sukabumi, akan lebih sulit lagi nanti karena sulit terdetekasi keberadaan orangnya," tegas Marwan.
Sementara menyikapi wacana larangan tradisi mudik saat lebaran, Marwan pesimistis akan bisa dilaksanakan maksimal.
"Mudik mah sulit kalau orang kita. Dilarang mudik oge, engke nyumput-nyumput. (Dilarang mudik juga percuma nantinya bakal sembunyi-sembunyi). Tapi kita upayakan mensterilkan akses masuknya ke Sukabumi," pungkas Marwan.
Baca juga: Pasien Positif Korona di Sukabumi mulai Membaik
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid menambahkan tradisi mudik jadi bahasan saat dilaksanakan telekonferensi dengan Gubernur Jawa Barat. Tahap awal, kata Harun, Kabupaten Sukabumi mulai memberlakukan sterilisasi terhadap masyarakat dari luar daerah yang masuk ke wilayah tersebut.
"Sterilisasi ini dilakukan di titik-titik perbatasan dengan daerah lain," jelas Harun, Minggu (29/3).
Terlebih, lanjut Harun, sebagian besar orang dalam pemantauan (ODP) yang ada di Kabupaten Sukabumi merupakan warga yang terdeteksi baru tiba dari daerah terkategori zona merah. Hingga Sabtu (28/3), jumlah ODP di Kabupaten
Sukabumi sebanyak 696 orang. Jumlah ini melonjak dibandingkan pada Jumat (27/3) sebanyak 202 orang.
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga Sabtu (28/3) terdata sebanyak 15 orang atau berkurang dari sebelumnya sebanyak 16 orang. Sementara pasien terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1 orang.
"Sebagian besar ODP di Kabupaten Sukabumi merupakan pendatang dari zona merah. Jumlah ODP akan meningkat ketika jumlah PDP bertambah," tuturnya.
Bagi ODP, ucap Harun, mereka sudah diminta mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari. Jika mengalami gejala-gejala dicurigai, maka statusnya jadi PDP. "Mereka terus dipantau petugas surveilans," pungkasnya. (OL-14)
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved