Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN meluas di Kabupaten Flores Timur berpotensi rawan pangan. Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur disebutkan dari 19 kecamatan, sebanyak 13 kecamatan dengan 48 desa berpotensi mengalami rawan pangan akibat kekeringan.
Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui dinas sosial menyalurkan sekitar 97 ton beras cadangan bagi 17 ribu lebih jiwa yang mengalami dampak kekeringan.
Kepala Dinas Sosial Flotim Theodorus Maran, melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kosmas Kopong Mamu saat dikonfirmasi Kamis (17/10), mengakui saat ini sebagian besar desa telah menerima bantuan beras cadangan yang disiapkan pemerintah. Desa-desa yang berhak menerima beras cadangan tersebut merupakan desa-desa yang terdampak kekeringan berdasarkan data konfirmasi bersama Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) dan BMKG.
"Sebanyak 48 desa dari 13 kecamatan yang saat ini terdampak kekeringan. Sehingga pemerintah telah menyiapkan bantuan beras cadangan dan sudah disalurkan. Jika dihitung dari jumlah jiwa, maka ada sebanyak 17.321 jiwa berhak menerima bantuan beras cadangan ini. Sebanyak 97 ton beras cadangan sudah kami salurkan. Sebagian besar desa telah menerima bantuan beras caadangan, sedangkan 6 desa lainnya belum mengambil bantuan beras tersebut.
Keenam desa itu adalah Desa Latonliwo 2, Desa Sulengwaseng, Desa Lamabaing, Desa Ile Padung, Desa Desa Motonwutun, dan Desa Lamatutu.
"Kami masih menunggu agar perangkat desa bisa datang mengambil bantuan tersebut," kata Kosmas.
Menurut Kosmas, setiap tahun pemerintah daerah selalu mengalokasikan 100 ton beras cadangan untuk mengatasi kondisi bencana dan rawan pangan di daerah ini. Dan tahun ini ada 13 kecamatan dari 19 kecamatan di Flotim yang terdampak kekeringan.
baca juga: Makassar Butuh 20 Ribu Lebih Blanko KTP Elektonik
Sementara itu, data dinas pertanian Flores Timur mencatat dari 1099 hektare lahan potensial sawah, hanya sekitar 900 hektare lahan sawah yang masih ditanami padi saat kemarau ini. Sementara lahan lainnya mengalami kekeringan dan tidak dapat ditanami padi lagi. Seperti di wilayah Tanjung Bunga sekitar 54 hektare, di Adonara Barat sekitar 37,5 hektare, dan di Adonara Timur sekitar 7,5 hektare. Sehingga pemerintah saat ini terus melakukan perbaikan jaringan untuk membantu irigasi persawahan di daerah ini. (OL-3)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
PEMERINTAH Kabupaten Sumedang mulai melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau, khususnya terkait dampaknya pada sektor pertanian.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
KEJADIAN bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka mulai berkurang.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Lonjakan harga energi sebagai dampak utama konflik telah mendorong kenaikan biaya logistik dan produksi pangan dunia.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved