Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kepolisian menyatakan telah mengamankan puluhan pelajar di Kota Medan, Sumatra Utara, yang diduga terlibat konvoi ugal-ugalan dan penyerangan kepada petugas.
Polisi mengamankan 32 orang pelajar yang melakukan pelemparan terhadap polisi yang bertugas melakukan pengamanan di Lapangan Merdeka, Kamis (26/9).
"Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB," ujar Kompol Muhammad Arifin, Kapolsek Medan Timur.
Setelah melakukan pelemparan, mereka berlari ke arah titi gantung dan di sana lah para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah tersebut diamankan oleh personel Polsek Medan Timur.
Mereka yang diamankan berasal dari 11 sekolah menengah di Medan dan Binjai. Antara lain SMA Brigjen Katamso Medan, SMK PAB Helvetia Medan, SMA Abu Bakar Pasar V Binjai, dan SMK Negeri 4 Medan.
Kemudian dari SMK Bani Adam Mabar Medan, SMK Yahdi Helvetia Medan, SMA Sinar Husni Helvetia Medan, SMK Sinar Husnis Helbetia Medan, SMK Bina Bersaudara Tritura Medan, SMK 2 Medan, dan SMA Palapa Medan.
Setelah diamankan, mereka kemudian dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk ditangani Sat Reskrim. Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny Firdaus, mengungkapkan, mereka terpaksa dibubarkan paksa karena telah melakukan penyerangan.
Baca juga: Hendak Ikut-Ikutan Berdemo, Ratusan Pelajar SMA/SMK Diamankan
Apalagi, sebelum penyerangan mereka berkonvoi ugal-ugalan keliling jalan-jalan protokol di Kota Medan sehingga meresahkan masyarakat.
Mereka berupaya melarikan diri saat beberapa petugas polisi yang sedang memasang kawat berduri mengejar mereka. Bukan pergi, mereka malah berhenti di Jembatan Jalan Kapten Maulana Lubis, tak jauh dari Kantor Wali Kota Medan.
Mereka melempari petugas dengan pecahan batu, sementara petugas sempat mundur menghindari lemparan. Namun, polisi lainnya datang dan langsung mengejar mereka.
AKBP Sonny mengaku pihaknya sempat memberikan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan mereka. Mereka pun terpencar dan sejumlah di antaranya diamankan.
Dia mengatakan sejak pagi sebenarnya polisi sudah mengetahui informasi akan adanya konvoi para pelajar. Dan pada siang hari mereka terpantau berkumpul di depan rumah sakit Siloam dan sempat memblokir jalan ke arah Hotel Danau Toba.
Setelah dibubarkan polisi mereka berpindah ke Masjid Raya dan bergerak kembali mengelilingi kota sambil menggeber-geber sepeda motor. Saat di depan mal Palladium, mereka seperti terkejut saat melihat polisi dan langsung menyerang dengan melakukan pelemparan dengan berbagai material keras. (OL-1)
Pelajar SMA/SMK Indonesia menyulap ampas kopi dan cangkang telur jadi produk bisnis berkelanjutan melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran memberikan layanan kesehatan gratis, sekaligus edukasi bahaya merokok bagi para pelajar di SMP Negeri 27 Pesawaran, Lampung.
Peran pendidikan menjadi krusial dalam membekali pelajar dengan perspektif global serta kemampuan kolaborasi lintas budaya.
KOMPETENSI digital merupakan salah satu yang krusial untuk terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Hal tersebut harus dilakukan lewat berbagai pelatihan dan edukasi.
Melalui program itu, pelajar tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga dikenalkan langsung pada proses kenegaraan.
Sejumlah pelajar SD Kanisius Kenalan mengikuti prosesi jalan salib di kawasan Pegunungan Menoreh, Desa Kenalan, Borobudur, Magelang.
Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved