Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH tempat pembuangan sampah (TPS) di Pasar Ngasem, Rabu (27/3) sekitar pukul 11.03 WIB, terlihat sepi. Gerobak-gerobak kuning penuh sampah berjejer diparkir di depan TPS. Beberapa papan dan spanduk seadanya dibebentangkan di antara gerobak-gerobak sampah tersebut.
"Mohon maaf, depo tutup sementara," demikian kurang lebih tulisannya.
Di dekat TPS Pasar Ngasem tersebut, tampak lelaki paruh baya berpakaia oranye. Ia mondar-mandir di sekitar depo.
Supaat, 48, namanya. Ia siang itu bertugas menjaga TPS Pasar Ngasem. Jika biasanya bertugas membantu mengangkut sampah dari TPS ke truk dan dibawa ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan, siang itu dia bertugas menjaga agar tidak ada warga membuang sampah ke TPS Pasar Ngasem.
"TPS ini terpaksa ditutup sejak Minggu (24/3) sore karena TPST Piyungan di Bantul ditutup. Ada tiga shift setiap hari. Tiap shift dijaga seorang," kata Supaat. Jika dibiarkan dibuka, sampah-sampah akan membludak.
Penutupan TPS di Pasar Ngasem untuk kebaikan bersama karena banyak yang mengeluh bau sampah. Selain dekat pasar, TPS yang letaknya kurang dari 500 meter dari kediaman Sultan HB X juga dekat dengan permukiman warga.
Ia pun mengaku tidak tahu, TPS tersebut akan dibuka lagi kapan. Selama TPST Piyungan belum dibuka, TPS Pasar Ngasem juga tetap ditutup.
Baca juga: Kendala di TPA, Warga Purbalingga Diminta Kelola Sampah Mandiri
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan, penumpukan sampah akibat penutupan TPST Piyungan tidak hanya di Kota Yogyakarta, tetap juga di Kabupaten Sleman dan Bantul. Sekarang sampah-sampah tersebut menumpuk di TPS-TPS.
Ia mengatakan, walau tidak bisa membuang sampah ke TPST Piyungan, Suyana menjamin, jalan-jalan di Kota Yogyakarta, termasuk di Malioboro, bersih. Sampah-sampah tersebut dibawa ke TPS-TPS yang ada.
Kota Yogyakarta, lanjut dia, membuang sampah ke TPST Piyungan sekitar 250 ton rata-rata setiap harinya. Jika ditotal, tiga daerah, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, membuang sampah rata-rata sekitar 600 ton setiap hari ke TPST Piyungan.
na mengatakan, pengelolaan TPST Piyungan berada di Pemerintah Provinsi DIY. Ia berharap, pengelola TPST Piyungan dapat bernegosiasi dengan warga setempat dan mengelola TPST sesuai SOP agar TPST Piyungan dapat segera kembali dibuka.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DIY sedang memperbaiki akses jalan menuju dermaga, tempat truk membuang sampah, di TPST Piyungan sesuai permintaan warga pemblokir.
Juru bicara warga yang memblokir TPST Piyungan, Maryono mengatakan, TPST Piyungan bisa dibuka kembali jika pengurugan lancar, yaitu Kamis atau Jumat. (OL-3)
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved