Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA fasilitator desa asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, akan bertolak ke India pada Mei 2019 untuk belajar tentang perencanaan desa.
Dua fasilitator itu baru saja meraih penghargaan sebagai fasilitator desa terbaik tingkat provinsi yakni Charles Mau dan Odilia Besin.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada 16 Oktober 2018.
Charles meraih penghargaan dalam kategori fasilitator desa dengan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa dalam proses perencanaan, sedangkan Odilia Besin berhasil meraih penghargaan dalam kategori inovasi desa terbaik.
Baca juga: Kampanye di Papua, Prabowo akan Kunjungi Korban Banjir Sentani
Selama ini, Charles Mau melakukan pendampingan Kecamatan Lamaknen Selatan meliputi Desa Lutarato, Debululik, Sisi Fatuberal dan Lo'onuna, sedangkan rekannya Odilia Besin melakukan pendampingan di Kecamatan Tasifeto Timur meliputi Desa Manleten, Defala, Fatuba'a dan Pialai.
"Saya baru bertemu mereka berdua. Dan setelah saya tanya ternyata mereka mendapat penghargaan sebagai fasilitator desa terbaik tingkat Provinsi NTT," kata Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis, Senin (25/3) malam.
Karena itu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi keduanya sebagai fasilitator desa terbaik, Fary kemudian mengajak keduanya ke Jakarta untuk berdialog bersama sejumlah mitra Komisi V DPR yakni Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo. (OL-1)
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved