Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari sepekan, kondisi 1.300 warga di Kampung Banti dan Kimbely, Distrik Tembagapura, Papua, yang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata, kian mengkhawatirkan.
Keluarga korban penyandera-an di Desa Kedondong, Kecamat-an Demak Kota, Demak, Jawa Tengah, dihinggapi rasa waswas akan nasib anggota keluarga yang disandera tersebut.
Hal itu terjadi setelah salah seorang korban penyanderaan, Matias Widylia Hanaida, menghubungi istrinya, Siti Zubaidah, warga Desa Kedondong.
Matias mengabarkan bahwa saat ini ia tengah berada di sebuah tempat persembunyian karena ada ancaman dari kelompok kriminal bersenjata di lokasi penambang-an limbah PT Freeport.
"Suami saya baru saja kembali menghubungi. Dia bersama 18 warga lain asal Demak yang di-sandera. Kondisinya tidak hanya kekurangan, tetapi juga jiwanya terancam," kata Siti Zubaidah.
Dalam sambungan telepon yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kata dia, sang suami meminta tidak usah dihubungi lagi karena jiwanya terancam.
"Kami berharap pemerintah segera membebaskan para sandera," pungkas Zubaidah.
Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan kelompok kriminal bersenjata masih mengintimidasi masyarakat untuk tidak meninggalkan desa.
"Saat ini masyarakat tersebut kekurangan bahan makanan, kondisi kesehatan sudah mulai melemah. Informasinya sekitar 150 warga yang tergolong balita, termasuk bayi, sudah tidak mendapatkan ASI dari ibu mereka karena sang ibu kekurangan bahan makanan," ujar Irjen Boy Rafli di Timika, kemarin.
Jalan diputus
Boy mengatakan kelompok kriminal bersenjata memutuskan akses jalan yang menghubungkan Tembagapura-Kimbeli dan Banti di tiga titik.
"Ada tiga titik jalan yang diputus kelompok kriminal bersenjata, dan ini memperkuat niat mereka untuk mengisolasi masyarakat," katanya.
Boy juga mengatakan kelompok kriminal bersenjata merusak ketiga titik jalan itu agar masyarakat di perkampungan Tembagapura berkumpul di satu wilayah untuk memudahkan kelompok tersebut melakukan pengawasan.
Selain itu, daerah yang sengaja diisolasi tersebut digunakan sebagai titik kumpul anggota kelompok kriminal bersenjata.
Dengan kondisi jalan yang dirusak, kata Boy, aparat akan kesulitan melakukan proses evakuasi warga sehingga perlu diperbaiki terlebih dahulu.
Hal itu perlu dilakukan sebab jika warga disuruh untuk berjalan kaki, butuh waktu sekitar 1 jam dengan kondisi medan yang menanjak.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui anggota kelompok kriminal bersenjata di Papua menguasai medan dan memiliki kekuatan fisik yang tangguh.
"Mereka menguasai medan, fisik mereka terbiasa di ketinggian juga. Itu ketinggian kan hampir 2.000 mdpl mungkin, cukup berat di sana," kata Jenderal Tito di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan, jumlah pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan untuk mengamankan lokasi penyanderaan dinilai sudah mencukupi.
Dalam upaya mengakhiri situasi tersebut, satgas gabungan Polri dan TNI berusaha sekuat tenaga untuk melakukan langkah persuasif.
Kapolri berusaha agar penyanderaan dapat berakhir tanpa ada korban dari pihak mana pun.
"Kalau cara persuasif tidak bisa dilakukan dan buntu, tidak mungkin akan kami diamkan. Negara tidak boleh kalah," tandas Tito. (Sru/MC/X-4)
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4)
Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada Rabu (22/4).
Polri mengungkap berbagai modus haji ilegal yang merugikan jemaah, mulai dari penyalahgunaan visa hingga skema ponzi. Simak detail lengkapnya di sini.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
TS alias Ki Bedil ditangkap oleh Satresmob Bareskrim Polri terkait penjualan senjata api ilegal di Jawa Barat. Ki Bedil menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. fakta-fakta soal Ki Bedil
Modus pertama melibatkan pengoplosan dan konversi ilegal, di mana isi LPG 3 kg bersubsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved