Evaluasi Perlintasan Sebidang di Jalur Kereta Jakarta, Rano Karno: Minimal Ada yang Jaga

Mohamad Farhan Zhuhri
29/4/2026 15:04
Evaluasi Perlintasan Sebidang di Jalur Kereta Jakarta, Rano Karno: Minimal Ada yang Jaga
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.(Dok. Antara)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang kereta api di Jakarta akan terus dilakukan, menyusul kecelakaan kereta antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Ia menyebut, untuk penanganan insiden di Bekasi menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat bersama PT KAI dan pemerintah pusat. Namun, Jakarta tetap mengambil langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya jika terjadi di DKI Jakarta.

“Masalah yang terjadi di Bekasi biarkan Pemkab Bekasi bekerja sama dengan KAI dan pemerintah pusat untuk mencari solusinya. Tapi di Jakarta ini harus kita evaluasi terus,” ujar Rano di Jakarta Barat, Rabu (29/4).

Ia mengakui, masih terdapat sejumlah perlintasan sebidang di Jakarta yang belum sepenuhnya tertutup. Meski demikian, pengawasan di lapangan dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

“Memang ada beberapa lintasan yang tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Itu penting,” katanya.

Ia menekankan, keselamatan di perlintasan kereta tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut nyawa masyarakat. Karena itu, evaluasi rutin akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan seperti kemarin,” ucapnya.

Sementara, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta Afan Adriansyah menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur untuk menghilangkan perlintasan sebidang.

Salah satu proyek yang saat ini berjalan adalah pembangunan flyover di Jalan Latumenten, Jakarta Barat.

“Sebagai antisipasi perlintasan sebidang, Pemprov DKI sedang membangun flyover di Jalan Latumenten. Ini proyek multiyears yang dimulai akhir 2025 dan ditargetkan selesai tahun ini,” jelas Afan.

Proyek tersebut digarap Dinas Bina Marga sebagai bagian dari strategi mengurangi titik konflik antara kendaraan dan jalur kereta api di wilayah padat.

Dengan kombinasi pengawasan di lapangan dan pembangunan infrastruktur, Pemprov DKI berharap risiko kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan secara signifikan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya