Kemenhub Tunggu Izin KNKT untuk Operasikan KRL Cikarang–Bekasi Timur

Insi Nantika Jelita
29/4/2026 14:59
Kemenhub Tunggu Izin KNKT untuk Operasikan KRL Cikarang–Bekasi Timur
Stasiun Bekasi Timur.(Dok. Kemenhub)

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) masih menunggu izin atau clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi sebelum mengoperasikan kembali layanan kereta rel listrik (KRL) di lintas Cikarang–Bekasi Timur. Hal ini untuk memastikan seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi pasca insiden kecelakaan kereta KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Pada Senin (27/4) malam, tabrakan hebat terjadi antara kereta api jarak jauh yakni, kereta api KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya, 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, saat ini KNKT tengah melakukan proses investigasi dan pemeriksaan menyeluruh. Pembukaan kembali layanan KRL baru akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi.

"Apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek dari Cikarang dan Bekasi Timur," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).

Saat ini, lanjutnya, Kemenhub masih melakukan tahap persiapan yang mencakup uji rel, sistem persinyalan, serta berbagai aspek teknis lainnya. Dalam proses tersebut, keselamatan menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan sebelum operasional dapat dijalankan.

Kemudian, Dudy juga menyampaikan perkembangan penanganan serta layanan kereta api pascainsiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Jumlah penumpang yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun luka-luka sejumlah 106 penumpang, dengan 91 penumpang di antaranya mengalami luka-luka.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia atau KAI Bobby Rasyidin menambahkan, pemulihan operasional kereta api pada jalur hilir telah dibuka pada Selasa (28/4) pukul 01.30 WIB. Dengan demikian, jalur tersebut sudah dapat dilalui kereta jarak jauh dari arah Timur. Sementara itu, pada Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB, jalur hulu telah bersih dari puing-puing.

“Kami bersama KNKT telah memastikan keselamatan penggunaan jalur ini untuk kereta jarak jauh, meskipun masih dilakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam di area stasiun,” ujar Bobby.

Kemenhub bersama PT. KAI dan para pemangku kepentingan transportasi lainnya menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pelanggaran maupun penurunan standar keselamatan dalam bentuk apa pun bagi semua gender. Selama masa pemulihan pascainsiden, dalam 14 hari ke depan, telah dibuka dua posko tanggap darurat yang berlokasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir.

Kronologi

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kemenhub, berdasarkan pendalaman dan verifikasi data terbaru di lapangan, terdapat penyesuaian kronologi kejadian tabrakan dua kereta. Insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Cikarang-Jakarta tertemper mobil listrik di perlintasan sebidang JPL 85. 

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya