Green SM Indonesia Buka Suara Terkait Insiden Maut di Stasiun Bekasi Timur

Thalatie K Yani
28/4/2026 06:32
Green SM Indonesia Buka Suara Terkait Insiden Maut di Stasiun Bekasi Timur
Pernyataan Resmi GreenSM(Instagram)

MANAJEMEN Green SM Indonesia memberikan atensi serius terkait insiden kecelakaan di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Perusahaan mengonfirmasi salah satu unit kendaraannya terlibat dalam kecelakaan yang memicu tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Dalam pernyataan resminya, Green SM Indonesia menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang guna memberikan informasi yang diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis manajemen Green SM Indonesia, Selasa (28/4/2026).

Pihak Green SM juga menekankan aspek keamanan tidak dapat ditawar. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengevaluasi sistem operasional mereka guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tegas mereka.

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Di lokasi kejadian, proses penyelamatan berlangsung dramatis hingga Selasa dini hari. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, melaporkan bahwa benturan hebat tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta.

Hingga pukul 01.00 WIB, tercatat empat orang meninggal dunia yang seluruhnya merupakan penumpang KRL. Fokus utama tim gabungan saat ini adalah menyelamatkan enam hingga tujuh penumpang yang dilaporkan masih terjebak di dalam gerbong yang ringsek.

"Untuk posisi korban yang masih terjepit di gerbong KRL sampai malam hari ini sekitar enam, tujuh orang," ujar Bobby Rasyidin.

Medan Sulit, Petugas Gunakan Alat Berat

Bobby menjelaskan bahwa tim evakuasi menghadapi medan yang cukup sulit karena material gerbong yang saling mengunci. Penggunaan alat berat untuk pemotongan rangkaian (evakuasi mekanik) menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau korban yang terperangkap.

Sebagai langkah percepatan, KAI telah memotong sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan menarik gerbong lainnya ke arah Bekasi demi membuka akses bagi tim penyelamat. Sambil menunggu proses pemotongan selesai, tim medis tetap disiagakan untuk memberikan bantuan oksigen serta pertolongan darurat bagi korban di dalam gerbong agar kondisi mereka tetap stabil.

Green SM Indonesia menyatakan akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru seiring dengan tersedianya data yang telah terverifikasi oleh pihak berwenang. (Ant/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya