Menhub dan Dirut KAI Pantau Langsung Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Thalatie K Yani
28/4/2026 04:41
Menhub dan Dirut KAI Pantau Langsung Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Menteri Perhubungan dan Dirut KAI turun langsung ke lokasi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Prioritas utama evakuasi penumpang dan investigasi KNKT.(Kemenhub)

MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4) dini hari. Kehadiran pimpinan tertinggi sektor transportasi ini bertujuan untuk mengawal proses evakuasi korban yang hingga kini masih terus diupayakan.

"Kami dari Kementerian Perhubungan dan direksi PT KAI hadir di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini," ujar Menhub dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta.

Dalam tinjauan tersebut, Menhub menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi para korban meninggal dunia akibat tabrakan yang melibatkan rangkaian Commuter Line dan kereta api jarak jauh tersebut. Ia juga menyatakan keprihatinan bagi para korban luka dan berharap mereka segera pulih setelah mendapatkan penanganan medis yang optimal di fasilitas kesehatan terdekat.

Keselamatan dan Evakuasi Cepat

Pemerintah menegaskan prioritas tertinggi saat ini adalah memastikan seluruh penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong dapat dikeluarkan dengan cepat dan aman. Menhub menekankan setiap tindakan dalam proses evakuasi yang berlangsung sejak Senin malam hingga dini hari ini wajib mengutamakan aspek keselamatan.

"Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi seluruh penumpang yang masih berada di dalam gerbong kereta secara cepat dan aman," tegasnya.

Menhub juga memandang insiden ini sebagai evaluasi besar bagi Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk memperketat standar keselamatan operasional perkeretaapian di masa mendatang.

Langkah Penanganan PT KAI

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan kecelakaan terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB. Pihaknya segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal segera setelah laporan diterima.

Bobby merinci bahwa setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi, fokus selanjutnya adalah melakukan normalisasi pada jalur rel agar operasional perjalanan kereta dapat kembali pulih.

"Prioritas utama kami adalah penyelamatan para penumpang yang terdampak di dalam gerbong, dan selanjutnya tentunya kami akan melakukan evakuasi terhadap jalurnya," kata Bobby.

Investigasi KNKT

Terkait penyebab pasti kecelakaan maut ini, Menhub menegaskan pemerintah menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hal ini dilakukan untuk menjamin hasil investigasi yang objektif, yang nantinya akan menjadi landasan bagi perbaikan layanan dan sistem keamanan kereta api ke depan.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Menhub turut didampingi oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, guna memastikan seluruh aspek teknis penanganan pascakecelakaan berjalan sesuai prosedur. (Ant/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya