Apa yang Terjadi dalam Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur?

Haufan Hasyim Salengke
28/4/2026 00:25
Apa yang Terjadi dalam Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur?
Petugas berusaha mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong KRL Commuter Line yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4).(Basarnas Jakarta)

KECELAKAAN kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4), melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut mengakibatkan penumpang KRL meninggal dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi di lapangan, tabrakan terjadi saat KRL berada di jalur stasiun, sementara KA Argo Bromo Anggrek melintas di jalur yang sama. Benturan keras menyebabkan kerusakan signifikan pada rangkaian kereta, serta membuat sejumlah penumpang terjebak di dalam gerbong yang mengalami deformasi.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan sekitar 30 personel dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, dan Basarnas Special Group (BSG) untuk melakukan evakuasi. Proses penyelamatan difokuskan pada korban yang terhimpit menggunakan peralatan ekstrikasi.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan tim SAR gabungan berupaya maksimal mempercepat evakuasi dengan tetap memperhatikan keselamatan korban dan petugas.

“Prioritas utama kami adalah menyelamatkan korban dan memastikan proses evakuasi berjalan efektif melalui koordinasi lintas instansi,” ujar Desiana dalam keterangan persnya, Senin (27/4) malam.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut dan memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Sementara itu, penanganan difokuskan pada penumpang KRL. Hingga kini, sebanyak 38 penumpang telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis masih terus melakukan penanganan di lokasi kejadian. Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses evakuasi dan menjamin keselamatan operasional.

Selain itu, KAI juga menyiapkan layanan bus bagi penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir untuk melanjutkan perjalanan.

Hingga Senin malam, proses evakuasi masih berlangsung, sementara masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kejadian agar tidak menghambat proses penyelamatan. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya