Beban Kerja Tinggi, 35 Anggota Satpol PP DKI Meninggal Dunia Sepanjang 2025

Mohamad Farhan Zhuhri
23/4/2026 17:43
Beban Kerja Tinggi, 35 Anggota Satpol PP DKI Meninggal Dunia Sepanjang 2025
Sejumlah personel Satpol PP mengikuti apel di Monumen Nasional (Monas), beberapa waktu lalu .(Antara)

BEBAN kerja yang terlampau berat di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta memicu dampak fatal. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan sebanyak 35 personelnya meninggal dunia akibat kelelahan selama satu tahun terakhir.

Tingginya angka kematian ini disebut berkorelasi langsung dengan ketimpangan antara jumlah personel dan tuntutan pengamanan di lapangan yang tidak pernah berhenti.

Dalam rapat kerja bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta, Satriadi membeberkan fakta miris mengenai kondisi kesehatan anggotanya. Ia menyebutkan bahwa durasi kerja personel sering kali melampaui batas kewajaran manusiawi demi menjaga ketertiban Ibu Kota.

"Ada anggota kami yang sampai bekerja 36 jam. Ini karena beban kerja tidak sebanding dengan jumlah personel yang ada,” ujar Satriadi di Gedung DPRD DKI, Kamis (23/4).

Satriadi menekankan bahwa fenomena ini bukanlah masalah kepemimpinan semata, melainkan persoalan sistemik terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

“Saya hampir setahun menjabat, anggota kami yang meninggal dunia sudah sekitar 35 orang. Tahun sebelumnya (2024) bahkan mencapai 42 orang. Jadi ini bukan persoalan siapa pimpinannya, tapi memang kondisi beban kerja yang luar biasa,” tegasnya.

Krisis Personel di Tingkat Kelurahan
Persoalan mendasar terletak pada minimnya jumlah personel di garda terdepan, khususnya di tingkat kelurahan. Saat ini, rata-rata anggota Satpol PP di kelurahan hanya berjumlah 7 hingga 10 orang. Jumlah tersebut dianggap tidak memadai untuk mengaver tugas penertiban dan pengamanan yang berlangsung selama 24 jam penuh.

Kondisi ini, menurut Satriadi, menjadi dilema bagi korps praja wibawa. Di satu sisi, kesehatan anggota terancam, di sisi lain kehadiran mereka di lapangan kerap dinilai belum optimal oleh masyarakat karena keterbatasan tenaga. “Ini harus menjadi perhatian bersama. Kalau tidak ada penguatan SDM, maka beban ini akan terus terjadi,” pungkasnya.

Tanpa adanya intervensi kebijakan berupa penambahan personel atau penguatan manajemen kerja, Satpol PP DKI khawatir tren kematian akibat kelelahan ini akan terus berulang di masa mendatang. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya