Tumpas Ikan Sapu-sapu, Petugas di Jakbar Dapat Hadiah Uang hingga Tiket Ancol

Media Indonesia
17/4/2026 18:49
Tumpas Ikan Sapu-sapu, Petugas di Jakbar Dapat Hadiah Uang hingga Tiket Ancol
Warga menunjukkan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) hasil tangkapannya di sepanjang Sungai Ciliwung kecil, kawasan Pasar Baru, Jakarta, Kamis (29/9/2022)(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.)

BEBERAPA waktu terakhir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) memberikan uang Rp25 ribu per kilogram (kg) hingga tiket masuk Ancol gratis bagi warga yang berhasil menangkap ikan sapu-sapu.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menjelaskan hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi.

"Ada apresiasi buat yang mendapatkan ikan, Rp25 ribu untuk satu kilogram, itu buat satu grup. Jadi, nanti mereka bisa nikmati bersama-sama dan kita juga akan ajak mereka jalan-jalan ke Ancol," kata dia di Jakarta, Jumat (17/4).

Sebanyak 20 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dalam waktu dua jam. Menurut Iin jangkauan akan lebih luas. 

Ia menegaskan bahwa ikan sapu-sapu setelah ditangkap tak boleh dikonsumsi. Melainkan langsung dikubur di Sentra Flora Semanan agar tidak disalahgunakan.

"Akan dikubur ikannya,"ucap Iin.

Bahaya Ikan Sapu-sapu

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Mujiati menjelaskan populasi ikan sapu-sapu yang tak terkendali dapat menggerus struktur turap kali. Mereka, sambung Mujiati hidup di lumpur dan bersembunyi di lubang-lubang.

Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat Aas Asih nenambahkan  ikan sapu-sapu membuat lubang pada dinding turap kali membuatnya rapuh. 

Selain itu, bahaya ikan sapu-sapu yang merupakan spesies invasif.  Ikan sapu-sapu selain berpotensi merusak kali juga dapat membayakan spesies ikan lokal lainnya.

"Mereka berkembang cepat sekali, ikan lokal nanti terdesak," kata Aas. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya