Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Jawa Barat, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian sumber air baku. Bekerja sama dengan komunitas susur sungai, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut berhasil mengangkat lebih dari 10 ton sampah dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Selasa (31/3).
Sampah yang diangkat dari aliran sungai tersebut didominasi oleh sampah plastik, limbah domestik (rumah tangga), ranting pohon, hingga limbah industri. Aksi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus menjaga kualitas air bagi warga Kota Depok.
Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Olik Abdul Holik, menyampaikan bahwa kegiatan susur sungai ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) yang jatuh pada 22 Maret.
"Memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) 22 Maret 2026, PDAM Tirta Asasta Kota Depok membersihkan sampah di Sungai Ciliwung. Sebanyak 10 ton lebih sampah dan tanaman liar tersangkut di bantaran Sungai Ciliwung," katanya.
Olik menjelaskan, Sungai Ciliwung memiliki peran vital karena merupakan sumber air baku utama bagi PDAM Tirta Asasta. Oleh sebab itu, kelestarian sungai secara langsung memengaruhi kontinuitas suplai air bersih kepada pelanggan.
Keberlangsungan Sumber Air
PDAM Tirta Asasta secara konsisten melakukan pembersihan rutin di sekitar bangunan infrastruktur milik perusahaan. Langkah ini sejalan dengan tema Hari Air Sedunia tahun ini yang menekankan pada peran aktif semua pihak dalam menjaga sumber daya air.
"Sejalan dengan tema Hari Air Sedunia tahun ini, kita dituntut turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan sumber daya air," tutur Olik.
Ia menambahkan bahwa prinsip ramah lingkungan telah menjadi bagian integral dari operasional bisnis perusahaan, mulai dari proses pengambilan air baku hingga produksi air bersih. "Prinsip ramah lingkungan juga diterapkan dalam proses produksi air bersih," ujar Olik.
Ancaman Limbah dan Risiko Banjir
Dalam kesempatan tersebut, Olik mengimbau masyarakat untuk berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, tumpukan limbah padat tidak hanya mencemari air, tetapi juga merusak infrastruktur Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta menyebabkan pendangkalan sungai.
"Sampah padat rumah tangga yang menumpuk menghambat distribusi air dan berisiko menimbulkan bencana banjir serta penyakit," ungkap Olik.
Tersumbatnya aliran sungai akibat sampah dipastikan mengganggu operasional IPA PDAM. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat luas dan memicu kerugian ekonomi akibat bencana.
"Akibat pencemaran sungai bisa menurunkan kualitas air, menimbulkan bau tak sedap, dan menjadi sumber penyakit serta potensi bencana akibat sampah menyumbat aliran sungai dan memicu banjir, terutama saat musim hujan," pungkasnya. (KG/P-2)
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir
Sampah dan lumpur yang diangkut dari aliran Kali Baru sekitar 7 ton dan 8 ton dari Kali Laya, dengan diangkut oleh 6 armada truk besar menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Ledakan tabung gas diduga picu kebakaran Kafe di Depok. Sebanyak 35 orang terdampak, 5 karyawan alami luka bakar serius dan dilarikan ke RS.
Masyarakat diharapkan langsung mendatangi kantor kelurahan atau gerai layanan resmi Dukcapil Depok untuk melakukan aktivasi IKD secara aman dan legal.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Berbagai kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat aksi kolektif, dan menginspirasi kecintaan generasi muda terhadap kelestarian Sungai Ciliwung.
Kerusakan sungai akan berimbas pada risiko banjir yang semakin luas.
Normalisasi merupakan langkah krusial menekan risiko banjir, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi hingga Februari
Keberhasilan program ini tidak bisa bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved