Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok mendadak tegang pada Senin (26/1) siang. Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Anti Pemberantasan Organ Korupsi (Kapok) menggelar aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan pelemparan telur busuk ke arah kantor Korps Adhyaksa tersebut.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan massa terhadap sikap oknum jaksa dan pegawai Kejari Depok yang dinilai arogan serta tidak etis dalam menjalankan fungsinya sebagai aparat penegak hukum. Selain itu, massa mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok untuk segera menindaklanjuti temuan dugaan korupsi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kota Depok.
Penyerahan Berkas Audit BPKP
Direktur Kapok, Sandi Junior Suharto Butar-Butar, dalam orasinya di depan gerbang Kejari Depok pukul 11.00 WIB, membawa empat bundel buku tebal. Berkas tersebut diklaim sebagai laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat periode 2023, 2024, dan 2025.
Sandi mengungkapkan bahwa dugaan penyelewengan dana APBD tersebut tersebar di 25 dinas, badan, dan lembaga di lingkup Pemerintah Kota Depok dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kami warga Indonesia. Karena itu, izinkan kami bertemu Kajari, Kasintel dan Kasi Pidsus, dan jangan halang-halangi kami untuk melaporkan pejabat dinas, pejabat badan, dan pejabat lembaga Pemerintah Kota Depok. Kalau dihalang-halangi patut diduga ikut serta korupsi APBD," tegas Sandi di hadapan aparat kepolisian dan jaksa yang berjaga.
Situasi sempat memanas ketika massa mencoba masuk untuk menemui pimpinan Kejari namun dihadang oleh petugas. Sandi menyayangkan sikap tertutup lembaga tersebut terhadap laporan masyarakat. Ia menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat mencoba menyerahkan bukti laporan pada pekan sebelumnya.
"Kami dilarang. Katanya Kajari, Kasi Pidsus dan Kasintel tidak boleh diganggu," ucap Sandi dengan nada kecewa.
Berdasarkan temuan yang dibawa Kapok, sektor yang dinilai paling rawan praktik korupsi antara lain:
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Kota Depok belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun laporan dugaan korupsi yang diajukan oleh LSM Kapok. Aksi berakhir setelah massa meletakkan kardus berisi telur busuk dan berkas laporan di depan gerbang kantor sebagai simbol 'pembusukan' birokrasi. (KG/P-2)
Rudianto menegaskan bahwa praktik mencari-cari kesalahan ini menjadi problem serius bagi penegakan hukum hari ini.
Penahanan dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah.
KPK menangkap enam orang dalam OTT di Kalimantan Selatan. Di antara pihak yang ditangkap terdapat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Seksi Intelijen Kejari HSU
Pihak Kejari kini fokus melakukan pengecekan terhadap daftar nama jaksa yang diduga terseret dalam pusaran operasi senyap tersebut.
Ketiganya diduga bersekongkol mengatur pengadaan barang dan jasa sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp554 juta.
CPIB Singapura melaporkan penurunan kasus korupsi pada 2025. Sektor swasta mendominasi tuntutan, sementara integritas sektor publik tetap tinggi.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Badan Musyawarah Kekeluargaan Jambi.
Sidang tuntutan dalam kasus dugaan korupsi impor produk kilang atau bahan bakar minyak (BBM) serta penjualan solar nonsubsidi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
berdasarkan putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki mandat konstitusional untuk menghitung kerugian negara.
KPK menilai praktik korupsi di Indonesia kini berkembang layaknya sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak, seiring munculnya fenomena yang disebut sebagai sirkel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved