Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat peningkatan kualitas dan jangkauan layanan air minum perpipaan bagi seluruh warga. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion oleh PAM Jaya untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis dari hulu hingga hilir.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menegaskan bahwa transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota, terutama pasca-berakhirnya swastanisasi air.
“Implementasi ERP Fusion adalah wujud kesiapan langkah PAM Jaya dalam memastikan pelayanan air (minum perpipaan),” ujar Rano Karno dalam acara “Go-Live Ceremony ERP Fusion PAM Jaya” di Jakarta, Kamis (15/1).
Menuju Layanan 100 Persen di 2029
Melalui sistem ERP Fusion, manajemen PAM Jaya diharapkan dapat mengelola layanan pelanggan secara lebih efisien, responsif, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi krusial mengingat beban target yang harus dicapai dalam tiga tahun ke depan.
“PAM Jaya mengemban amanah harus bisa mencapai 100 persen layanan air minum perpipaan pada 2029. Target ini menuntut kesiapan menyeluruh. Kehadiran ERP Fusion ini untuk menjawab kebutuhan tersebut,” jelas Rano.
Rano menambahkan, teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan sokongan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Ia mendorong PAM Jaya untuk terus merekrut talenta muda berpendidikan tinggi guna memperkuat budaya inovasi dan integritas pelayanan publik.
“Talenta, pendidikan, pengalaman, inovasi, dan integritas adalah lima kunci utama. Sistem secanggih apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang andal," tegasnya.
Progres Signifikan Pasca-Swastanisasi
Berdasarkan data yang dihimpun, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta menunjukkan tren positif. Hingga awal 2026, cakupan layanan telah mencapai sekitar 80,5 persen. Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang berada di level 70,29 persen, dengan tambahan sekitar 203.000 sambungan baru pada tahun 2025.
Pada tahun ini, PAM Jaya mematok target ambisius untuk menaikkan cakupan layanan menjadi 90 persen. Langkah masif ini merupakan bagian dari peta jalan Pemprov DKI Jakarta agar pada periode 2029-2030, seluruh warga Jakarta sudah teraliri air perpipaan secara merata. (Ant/P-2)
Warga mengisi wadah dengan air bersih dari sumber mata air di Desa Kaleke, Sigi, Sulawesi Tengah.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Efektivitas layanan air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur pipa, tetapi juga pada manajemen penyimpanan di tingkat rumah tangga.
Ia menekankan, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama bagi warga yang belum memiliki sarana penampungan air.
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved