Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Lukmanul Hakim, menyoroti sejumlah kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang dinilainya tidak berpihak pada kepentingan publik, terutama pemangkasan anggaran subsidi pangan murah dan rencana penambahan utang daerah.
Dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang turut dihadiri Gubernur Pramono Anung, Lukman menyampaikan keberatannya atas pengurangan alokasi anggaran subsidi pangan sebesar Rp300 miliar yang dinilai berpotensi menambah beban masyarakat kecil.
“Saya yang pertama ingin menyampaikan keresahan dan kesedihan saya soal rencana pengurangan subsidi pangan murah kepada masyarakat Rp300 miliar. Itu harusnya jangan dilakukan,” ujar Lukman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/11).
Menurutnya, alasan pengurangan anggaran karena rendahnya minat masyarakat terhadap komoditas daging dan susu UHT. Namun, hal itu justru tidak sesuai fakta di lapangan. "Katanya tidak diminati. Ternyata itu berbohong oleh anak buah gubernur,” tukas dia di depan forum paripurna.
Selain persoalan pangan, Lukman juga menolak rencana Pemprov DKI untuk berutang sebesar Rp2,2 triliun. Ia menilai proyek-proyek yang dibiayai dari utang tidak memiliki potensi pengembalian (return) dan berisiko menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
"Saya tidak setuju, Pak Gubernur. Karena proyek yang dibiayai dari hutang tidak ada return-nya, nanti menjadi persoalan hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, politikus PAN itu turut menyinggung proyek warning system banjir senilai Rp225 miliar yang menggunakan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Hingga kini, menurutnya, keberadaan sistem peringatan dini tersebut tidak jelas. “Hari ini warning system banjir itu tidak tahu di mana rimbanya. Ini mohon penjelasannya nanti,” katanya.
Di sisi lain, Lukman mengusulkan agar Pemprov DKI memperhatikan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah negeri maupun swasta. "Jakarta menuju global city, SDM-nya harus ditingkatkan. Setiap sekolah perlu ada ekstrakurikuler berbahasa asing,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan penekanan agar Pemprov DKI tidak mengurangi anggaran untuk kebutuhan dasar masyarakat. "Apalagi jangan dikurangi, Pak, namanya subsidi pangan. Mengurangi subsidi pangan malah menambah stunting,” ucapnya. (Far/P-2)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan polemik wacana mengizinkan partai politik (parpol) untuk membeli hak penamaan (naming right) halte-halte milik Pemprov.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan revitalisasi kawasan Kota Tua akan difokuskan pada penguatan konektivitas transportasi massal sebelum merealisasikan trem.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov DKI (ASN DKI) resmi mulai diterapkan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengurungkan rencana ekspansi jalur LRT Jakarta. Koridor Manggarai–Dukuh Atas yang sebelumnya masuk dalam skenario pengembangan kini dikaji ulang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terapkan WFH setiap Jumat bagi ASN sesuai kebijakan pusat. Pejabat struktural dan layanan publik tetap bekerja normal.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta akan diterapkan secara fleksibel.
Berkaca kepada teori ekonomi, katanya, subsidi yang diberikan kepada komoditas itu sampai kapanpun pasti akan ada celah pemanfaatan.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Pemprov DKI hanya menyesuaikan penganggaran untuk pelaksanaan program selama 10 bulan pertama tahun anggaran.
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved