Bukan Trem, Pramono Prioritaskan Integrasi Transportasi di Kota Tua 

Mohamad Farhan Zhuhri
14/4/2026 13:45
Bukan Trem, Pramono Prioritaskan Integrasi Transportasi di Kota Tua 
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.(Dok. Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan revitalisasi kawasan Kota Tua akan difokuskan pada penguatan konektivitas transportasi massal sebelum merealisasikan rencana pembangunan trem.

Pasalnya, usulan transportasi trem oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertujuan untuk menekan angka polusi dikawasan itu termasuk memaksimalkan kawasan rendah emisi disana. 

Menurut Pramono, gagasan trem yang masih memerlukan kajian lebih mendalam, baik dari sisi teknis maupun integrasi antarmoda.

“Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4).

Ia menekankan, langkah yang saat ini menjadi prioritas Pemprov DKI adalah menuntaskan proyek transportasi yang sudah berjalan, khususnya pembangunan MRT hingga kawasan Kota Tua.

“Yang sekarang ini akan kita selesaikan adalah MRT sampai dengan Kota Tua, mudah-mudahan di tahun 2029 awal sudah selesai,” katanya.

Tak hanya itu, Pemprov juga tengah menyiapkan pembukaan rute TransJabodetabek menuju Kota Tua, mengikuti pola pengembangan yang telah diterapkan pada koridor Blok M. Integrasi ini dinilai menjadi kunci untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.

“Kemudian membuka TransJabodetabek ke Kota Tua seperti yang dilakukan ke Blok M. Kalau KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, TransJabodetabek atau TransJakarta-nya juga masuk, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang dikunjungi masyarakat,” jelasnya.

Pramono menegaskan, penguatan akses transportasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisata, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di kawasan tersebut.

“Memang Kota Tua kita siapkan untuk menarik tourism,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan kebijakan kawasan rendah emisi (low emission zone/LEZ) di Kota Tua tidak berhenti. 

Pemprov DKI bahkan menyiapkan langkah lanjutan berupa pengembangan moda transportasi ramah lingkungan, termasuk wacana menghadirkan trem di kawasan tersebut.

“Memang salah satu tujuan pertama untuk mengurangi emisi. Ada satu format, mungkin rencana kita akan membangun trem di dalam Kota Tua itu,” ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).

Ia menuturkan, konsep trem bukan hal baru bagi Jakarta. Moda transportasi ini pernah beroperasi di Ibu Kota pada masa lalu, khususnya melayani rute kawasan pusat kota hingga pelabuhan.

“Dulu dari Harmoni ke Pasar Baru sampai Kota Tua itu ada trem. Saya masih ingat waktu kecil sempat naik. Itu sebetulnya bisa menurunkan emisi,” katanya.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya