Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri merawat psikis anggota. Hal ini menyusul banyaknya anggota yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
"Oleh karena itu sangat penting upaya untuk merawat psikis anggota, tidak hanya fisiknya. Agar anggota sehat jasmani rohaninya, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti di Jakarta, Kamis, (18/7).
Poengky mengatakan perawatan psikis anggota dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti memberikan siraman rohani keagamaan, melakukan konseling psikologi, memberikan reward kepada anggota yang berprestasi, perhatian, dan sapaan atasan langsung kepada anggota.
Poengky mengatakan kasus bunuh diri anggota memang harus menjadi perhatian. Dia memandang para anggota yang bunuh diri pasti mengalami tekanan berat dalam hidupnya.
"Sehingga memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya," ucap Poengky.
Namun, Poengky tidak setuju dengan banyaknya anggota Polri meninggal tak wajar. Sebab, kata dia, oknum Polri yang tewas bunuh diri memiliki permasalahan yang berbeda-beda.
"Terkait pertanyaan banyak ajudan yang meninggal tak wajar, tidak bisa digeneralisir karena dugaan motif mengakhiri hidup berbeda-beda," pungkas anggota lembaga pengawas eksternal itu.
Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) mencatat ada lima anggota Polri yang tewas bunuh diri sepanjang Januari-Juli 2024. Kasus anggota Polri bunuh diri tahun ini pertama kali terjadi pada Selasa, 9 Januari 2024.
Yakni menimpa anggota Satuan Samapta Polres Wonogiri berinisial Bripda MR. Dia bunuh diri dikamarnya di Barak Dalmas Polres Wonogiri.
Pria 22 tahun yang baru setahun menjadi polisi itu ditemukan meninggal dunia dengan tergantung di belakang pintu kamar dengan tali yang terikat di lehernya. Bripda MR disebut mengakhiri hidupnya karena cekcok dengan kekasih.
Kasus kedua terjadi pada Selasa, 23 Januari 2024. Ipda Wahyu Hidayat, anggota polisi yang bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sofifi ditemukan meninggal dunia di Asrama SPN Polda Maluku Utara (Malut). Ia diduga bunuh diri di kamarnya.
Kasus ketiga, terjadi pada Kamis pagi, 4 April 2024. Kompol Tumanggor, anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah ditemukan tewas di depan rumahnya di kompleks Akpol Semarang.
Anggota berpangkat perwira menengah itu diduga bunuh diri dengan menembakkan pistolnya sendiri dari bawah dagunya ke bagian kepala di dalam mobilnya. Korban diduga mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga.
Kasus keempat terjadi pada Kamis, 25 April 2024. Korban bunuh diri kali ini Brigadir Ridhal Ali Tomi, anggota Satlantas Polres Kota Manado. Dia tewas dengan luka tembak di dalam mobil Toyota Alphard di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa penyebab kematian korban adalah bunuh diri. Korban menembakkan senjata api jenis HS kaliber 9 mm ke arah kepala.
Kasus kelima terjadi pada Senin sore, 15 Juli 2024. Bripda NRN, ajudan Wakil Kepala Kepolisian Resort Sorong, Papua Barat Daya, Kompol Emy Fenitiruma ditemukan tewas gantung diri di dapur rumah dinas di Kilometer 24 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Bripda NRN ditemukan gantung diri di pintu keluar dapur rumah dinas Wakapolres pada Senin sore pukul 17.30 WIT. Namun, motifnya masih didalami.
"Indonesia Police Watch merasa prihatin dan turut berduka atas ditemukannya Bripda NRN ajudan Wakapolres Sorong,
Papua Barat Daya, Kompol Emy Fenitiruma yang tewas diduga bunuh diri dan menambah panjang deretan anggota Polri yang meninggal dunia," kata Sugeng dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juli 2024. (Z-8)
Polres Metro Jakarta Pusat selidiki kasus dua PRT lompat dari lantai 4 kos di Benhil. Satu korban meninggal dunia, diduga akibat tidak betah dengan majikan.
KPAI ungkap angka bunuh diri anak Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Pakar IPB Prof Dwi Hastuti tekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah.
Kemenkes minta promosi film bertema sensitif wajib libatkan ahli kejiwaan setelah kontroversi baliho Aku Harus Mati dinilai berisiko memicu peniruan.
Judul film pada sebuah baliho seperti Aku Harus Mati dapat memicu activation of death-related thoughts.
Psikiater dr. Lahargo Kembaren ingatkan bahaya romantisasi kematian dalam film dan konten digital yang bisa memicu perilaku bunuh diri bagi kelompok rentan.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved