Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATGAS Penanggulangan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Bareskrim Polri berhasil mengungkap tujuh kasus narkoba besar periode Mei-Juli 2024. Beberapa di antaranya terkait jaringan besar Fredy Pratama.
"Dari 26.048 laporan yang kami tangani, ada tujuh kasus menonjol yang berhasil kami ungkap selama periode 4 Mei hingga 8 Juli 2024," kata Kasatgas P3GN Polri Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).
Asep merinci, kasus pertama adalah pengungkapan 40 kilogram sabu oleh Satgas Penanggulangan Narkoba Polda Kepulauan Riau.
Baca juga : 884 Tersangka Ditangkap, Ini Modus Operandi Gembong Narkoba Fredy Pratama
Selanjutnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus dengan barang bukti 155 kg sabu, 3.300 butir ekstasi, 100 gram ganja, 1.215.000 butir prothrombin complex concentrate (PCC), dan 1.024.000 butir obat keras.
"Kasus ketiga adalah pengungkapan oleh Satgas Polda Jatim dengan barang bukti 80 kg sabu," ujar Asep.
Kasus keempat mencakup pengungkapan 62 kg sabu, 107.668 butir ekstasi, dan 1,2 ton tembakau sintetis. Selain itu, laboratorium narkoba di Bali, Medan, dan Malang juga berhasil diungkap oleh Satgas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Baca juga : Polri Koordinasi dengan Thailand untuk Tangkap Bandar Narkoba Fredy Pratama
Kasus kelima melibatkan pengungkapan 180 kg sabu oleh Satgas Polda Aceh, sedangkan kasus keenam melibatkan 24 kg sabu dan 33.938 butir ekstasi yang diungkap oleh Satgas Polda Riau.
"Terakhir, Satgas Polda Sulteng mengungkap 15 kg sabu," ungkap Wakabareskrim Polri Inspektur Jenderal Asep Edi Suher
Asep menyatakan total 38.194 tersangka narkoba ditangkap dari 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024, sejak pembentukan Satgas.
Baca juga : Polri dan Kepolisian Thailand Komunikasikan Penangkapan Fredy Pratama
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Mukti Juharsa menambahkan, beberapa kasus yang diungkap terkait dengan jaringan Fredy Pratama, seperti di Polda Aceh, Sunter, Riau, dan Bali.
"Semua ini masih di bawah jaringan Fredy Pratama, seperti di Bali, Sunter, Aceh, dan Riau," tambah Mukti.
Mukti memastikan Polri rutin melakukan operasi gabungan setiap bulan sebagai bukti keseriusan memberantas kejahatan narkoba.
"Kita terus lakukan operasi. Namun, semakin banyak kita operasi, semakin banyak kasus yang muncul. Oleh karena itu, kebijakan kami adalah memiskinkan bandar dan kurir dengan TPPU, sedangkan pengguna wajib direhabilitasi karena mereka adalah orang sakit," pungkas Mukti. (Z-10)
Bareskrim Polri merinci jenis narkotika yang diedarkan Andre Fernando alias The Doctor, mulai dari sabu hingga etomidate dengan nilai transaksi miliaran rupiah.
Bareskrim Polri mengungkap pelarian Andre Fernando alias The Doctor yang sempat membuang iPhone di jalan tol Malaysia sebelum ditangkap di Penang.
Bareskrim Polri mengamankan 10 barang bukti mewah, termasuk iPhone 17 Pro Max dan Rolex, saat menangkap bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor.
Bareskrim Polri mengungkap peran Andre Fernando alias The Doctor sebagai perantara dua bos besar narkoba asal Malaysia dan Aceh untuk pasar Indonesia.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4)
Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada Rabu (22/4).
Polri mengungkap berbagai modus haji ilegal yang merugikan jemaah, mulai dari penyalahgunaan visa hingga skema ponzi. Simak detail lengkapnya di sini.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
TS alias Ki Bedil ditangkap oleh Satresmob Bareskrim Polri terkait penjualan senjata api ilegal di Jawa Barat. Ki Bedil menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. fakta-fakta soal Ki Bedil
Modus pertama melibatkan pengoplosan dan konversi ilegal, di mana isi LPG 3 kg bersubsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved