Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengakui ada laporan dan kritikan dari DPRD soal pembakaran sampah di lahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Soal pembakaran sampah di lahan Pemda. Saya juga kemarin menerima laporan itu ada di lahan Pemda itu memang ada bakar sampah," ujar Asep dalam rapat kerja dengan komisi D DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/8). Dalam kaitan kasus ini Anggota DPRD DKI menyebutkan ada pembakaran sampah di atas lahan Pemprov.
Karena itulah, saat ditanya mengenai lokasi tanah tersebut, Asep tidak ingin menyebutkan. Namun dia menyarankan agar ditanyakan kepada anggota Komisi D DPRD DKI, Justin Adrian, yang menemukan lokasi menjadi permasalahan itu.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Tindak Warga yang Bakar Sampah Sembarangan. Ini Sanksinya
"Tidak tahu, tanya Pak Justin," kata Asep.
Dia menambahkan, pembakaran sampah di lahan Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP). Saat ini, petugas PJLP yang terlibat telah diberi sanksi.
Baca juga: Kualitas Udara Depok Buruk, Pembakaran Sampah Salah Satu Sumber Utama
"Itu sudah kita temui petugas yang ada di sana. Dan untuk cara penindakan kami menerapkan sanksi kepada bagi PJLP yang ada di sana ternyata masih melakukan bakar sampah," kata Asep.
Justin sebelumnya mengatakan, pembakaran sampah saat ini bukan lagi berada di tanah milik warga, tetapi juga berada di lahan milik Pemprov DKI Jakarta. "Terkait bakar sampah. Itu lahan Pemprov DKI itu dibuat tempat bakar sampah," ujar Justin.
Disebutkan, ada oknum pembakar sampah warga Tangerang. Mereka bakar rutin setiap malam.
"Kami benar-benar dikelilingi asap," sambungnya.
Namun, Justin tidak menyebut di mana wilayah tersebut. Dia menilai pengawasan dan penindakan dari Dinas LH DKI masih lemah soal pembakaran sampah itu.
"Saya berpikir apa sudah kerja sama dengan LH DKI juga untuk bisnis pembakaran sampah? Jadi mohon maaf jangan salahkan saya juga, kalau tidak ada penindakan saya anggap LH DKI sudah kerja sama dengan oknum pembakar sampah," kata Justin dengan nada bertanya.
Menurut Justin, pembakaran sampah saat ini sudah menjadi lahan usaha. Masyarakat yang tidak ingin membayar biaya pengangkutan sampah justru mengeluarkan retribusi ke oknum pembakar sampah.
"Yang tidak mau bayar untuk sampah diangkut mereka bayar saja untuk sampahnya diangkut oleh para pembakar-pembakar sampah. Ini sudah menjadi lahan usaha juga," kata Justin. (Ssr/Z-7)
DLH mengalihkan pengelolaan sampah dari lokasi tersebut ke fasilitas saringan sampah di TB Simatupang yang dinilai lebih representatif.
Sanksi sosial itu kemungkinan akan membuat warga tidak lagi berani melakukan pembakaran sampah.
BARU-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan kemunculan lumba-lumba yang terlihat di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengungkapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam uji emisi kendaraan bermotor tidak naik signifikan setiap tahunnya.
"Penghematan ekonomi hingga Rp120.263.708 dan penurunan emisi karbon (CO2) sebesar 66,49 ton (83 MWh x 0,8 kg CO2/KWh),"
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono menyoroti tentang perubahan Jakarta.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Transportasi Nasional, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 pada transportasi umum hari ini.
Terlebih, Jakarta saat ini terus berbenah untuk meningkatkan standar layanan sebagai kota global.
Pemprov DKI mencatat kapasitas tampungan air meningkat hingga 539.674 meter kubik.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Program “Mudik ke Jakarta” dinilai sukses ubah narasi Lebaran dan dorong ekonomi lewat strategi komunikasi inovatif.
Menurut Pramono, ikan tersebut berasal dari Amerika Selatan dan di habitat aslinya pun telah menjadi persoalan serius. Bahkan, di negara asalnya,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved